Dunia akademik Indonesia mencatat capaian luar biasa dari salah satu tokoh pendidikannya. Dilansir dari Medcom, pakar metodologi penelitian Prof. Dr. Suharsimi Arikunto menorehkan angka sitasi yang sangat tinggi di platform Google Scholar.
Berdasarkan data per Juni 2026, volume kutipan terhadap karya ilmiah Suharsimi Arikunto sudah menembus angka 404.466. Catatan tersebut menunjukkan skala penggunaan pemikirannya yang sangat luas oleh komunitas akademik di tanah air.
Angka sitasi yang dikumpulkan oleh guru besar ini bahkan melampaui capaian figur metodologi populer lainnya. Sebagai pembanding, Prof. Sugiyono yang bukunya juga menjadi referensi utama tercatat mengumpulkan 42.097 kutipan di Google Scholar.
Suharsimi Arikunto merupakan profesor pada program studi Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Fokus kepakarannya meliputi bidang Metodologi Penelitian, Evaluasi Pembelajaran, dan Penelitian Tindakan Kelas.
Lahir di Yogyakarta pada 11 Januari 1937, perempuan berusia 88 tahun ini telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk sektor pendidikan. Namanya dinobatkan sebagai Top 1 Indonesia Scientist versi AD Scientific Index pada tahun 2022.
Data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan bahwa dedikasi mengajar Arikunto di UAD masih berlangsung secara konsisten. Ia tercatat aktif mengampu mata kuliah Metodologi Penelitian dalam Bimbingan dan Konseling hingga semester 2025/2026 Ganjil.
Riwayat Pendidikan dan Karya Monumental
Kiprah panjang Arikunto disokong oleh latar belakang pendidikan dari berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka. Fondasi keilmuannya dibentuk melalui jenjang studi berikut:
- Sarjana Muda Universitas Padjadjaran (Unpad)
- S1 Pendidikan Umum IKIP Yogyakarta (sekarang Universitas Negeri Yogyakarta/UNY)
- S3 Pendidikan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta/UNJ)
Nama Suharsimi Arikunto sangat melekat dengan buku bertajuk Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Buku yang diterbitkan oleh Rineka Cipta pada 2010 tersebut menjadi rujukan lintas disiplin ilmu, mulai dari hukum, psikologi, kesehatan, ekonomi, hingga ilmu sosial.
Selain buku tersebut, beberapa karya literatur lain yang aktif menjadi referensi akademik meliputi Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (2013), Penelitian Tindakan Kelas (2006), Manajemen Penelitian (2013), serta Evaluasi Program Pendidikan.
Produktivitasnya dalam menulis juga terus berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Arikunto merilis publikasi internasional berjudul Internal Quality Assurance System in Elementary School pada 2022, diikuti artikel nasional Academic Burnout Conditions in Indonesian Students: Physical, Mental, and Emotional pada 2024.
Dampak Ilmiah Berdasarkan Data
Tingginya intensitas rujukan terhadap karya-karyanya terekam jelas melalui indikator performa ilmiah di platform digital. Hal ini sekaligus menggambarkan konsistensi kontribusinya dari generasi ke generasi mahasiswa di Indonesia.
Selain mencatatkan total ratusan ribu kutipan, Arikunto memiliki H-Index di angka 90 serta i10-Index mencapai 199. Poin-poin penilaian ini merefleksikan signifikansi serta sebaran dampak dari publikasi ilmiah yang ia hasilkan.
"404.466 kutipan. Hampir 8 kali lebih banyak dari Sugiyono, dan sebagian besar orang tidak tahu ini. Prof. Suharsimi Arikunto, perempuan kelahiran 1937 yang namanya hampir pasti pernah ada di skripsimu, dan di usia 88 tahun masih aktif menulis dan dikutip puluhan ribu kali per tahun," tulis informasi di akun Instagram @helpinpublisher, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.