Suhu Madinah Capai 40 Derajat PPIH Imbau Jemaah Waspada Heatstroke

Suhu Madinah Capai 40 Derajat PPIH Imbau Jemaah Waspada Heatstroke

Suhu udara di Kota Madinah, Arab Saudi diprediksi menyentuh angka 40 derajat Celcius pada Minggu (3/5/2026) dengan tingkat kelembaban rendah mencapai 12 persen. Berdasarkan data Early Warning System (EWS) Tim Sanitasi dan Food Security Daker Madinah, kondisi cuaca ekstrem ini memicu dikeluarkannya sejumlah rekomendasi keselamatan bagi jemaah haji Indonesia.

Dilansir dari Cahaya, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyarankan jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta untuk melakukan ibadah shalat zuhur serta ashar di hotel. Penggunaan alat pelindung diri seperti sandal, masker, dan payung menjadi kewajiban jika jemaah terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan.

Pihak otoritas juga menekankan pentingnya hidrasi dengan meminum air zamzam atau air putih dan larutan oralit secara rutin tanpa menunggu haus. Dokter Sektor 1 Daker Bandara, Muhammad Fathi Banna Al Faruqi mengingatkan bahwa pengabaian terhadap kondisi panas dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuh.

"Kondisi panas di Arab Saudi jangan dianggap sepele, jika tidak waspada sejak awal tubuh bisa mengelami heatstroke atau sengatan panas," kata Fathi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.

Gejala awal sengatan panas yang perlu diwaspadai meliputi pusing kepala yang berdenyut, detak jantung kencang, serta kulit yang terasa kering dan panas. Selain itu, jemaah diminta memperhatikan munculnya rasa mual dan kram otot secara tiba-tiba sebagai indikasi awal gangguan kesehatan akibat suhu tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, Fathi menyarankan jemaah menggunakan kacamata hitam dan topi lebar, kecuali bagi laki-laki yang sedang dalam keadaan ihram. Ia juga merekomendasikan penggunaan tabir surya setiap dua jam sekali dan melarang jemaah melepas alas kaki di area terbuka.

"Jika terasa kering, semprotkan air ke wajah, ini membantu mendinginkan udara yang kita hirup masuk ke paru-paru," kata Fathi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.

Jemaah diimbau untuk selalu membawa botol minum yang telah dicampur dengan bubuk elektrolit guna menjaga keseimbangan kadar garam dalam tubuh. Hal ini penting untuk menggantikan cairan dan mineral yang hilang melalui proses penguapan selama terpapar terik matahari.

"Campurkan oralit ke dalam botol minum untuk mengganti garam tubuh yang hilang melalui penguapan," ujar Fathi, Dokter Sektor 1 Daker Bandara.

Artikel terkait

Rekomendasi