Dua orang tahanan meninggal dunia dalam kurun waktu 24 jam di kompleks penjara Rikers Island, New York, yang menandai kematian ketiga dan keempat di fasilitas tersebut sepanjang tahun 2026.
Tahanan pertama, Rajpattie Ramkellawan (41), dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 11.13 siang setelah mengalami darurat medis di Rose M. Singer Center. Sementara itu, tahanan kedua bernama Umais Khan (40) ditemukan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya di Eric M. Taylor Center pada Selasa, 19 Mei 2026 sebelum pukul 11.00 siang dan dinyatakan meninggal setengah jam kemudian.
Kematian beruntun ini memperpanjang catatan kelam fasilitas Rikers Island setelah dua tahanan lain, Barry Cozart (39) dan John Price (49), juga tewas akibat darurat medis pada Maret lalu. Berdasarkan laporan lembaga swadaya Vera Institute of Justice, setidaknya terdapat 15 orang yang meninggal dunia di dalam atau sesaat setelah keluar dari tahanan penjara kota tersebut pada tahun lalu.
Merespons kejadian ini, investigasi menyeluruh langsung dilakukan oleh Department of Correction bersama sejumlah lembaga pengawas terkait guna memastikan penyebab pasti kematian kedua tahanan.
"Our hearts are heavy with the tragic loss of an individual in our care," kata Stanley Richards, Komisaris Koreksi.
Richards menambahkan bahwa pihak agensi tengah bekerja sama dengan tim penyidik untuk mendalami seluruh keadaan seputar tragedi ini.
"We are working with investigators to determine the cause and the circumstances of this tragedy. We extend our deepest sympathies to her friends, family and loved ones," tutur Stanley Richards.
Pernyataan duka cita tersebut dikeluarkan berturut-turut oleh komisaris dalam kurun waktu dua hari menyusul insiden yang menimpa Ramkellawan dan Khan.
"On behalf of myself and the department, I share my deepest condolences with his loved ones," tambah Stanley Richards.
Ia menegaskan komitmennya bahwa seluruh insiden yang terjadi di dalam fasilitas yang dipimpinnya akan diusut tuntas.
"This incident will be investigated," cetus Stanley Richards.
Komisaris juga menyatakan rasa terpukulnya yang mendalam atas hilangnya nyawa seseorang yang berada di bawah pengawasan institusinya.
"absolutely devastated that we have lost someone in our care," aku Stanley Richards.
Di sisi lain, pengacara kesehatan mental dari New York County Defender Services yang mewakili Ramkellawan membeberkan bahwa mendiang kliennya telah lama berjuang melawan tantangan kesehatan perilaku sepanjang hidupnya.
"Above all else, Rajpattie Ramkellawan was gentle and kind. She never lost her childlike innocence despite encountering unimaginable trauma and adversity," ungkap Katherine LeGeros Bajuk, pengacara tersebut.
Pihak tim hukum mengaku sangat terpukul oleh kejadian ini dan menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga Ramkellawan yang selama ini selalu memberikan dukungan.
"Throughout her young life, she struggled to cope as many do and endured intractable behavioral health challenges. Her legal team is devastated by this tragedy, and our hearts go out to her loving and supportive family," sambung Katherine LeGeros Bajuk.
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial dan kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menutup kompleks penjara bermasalah tersebut.
"Transparency is essential, and the Department of Correction and our oversight partners have begun an investigation into the circumstances surrounding this death," tulis Zohran Mamdani.
Mamdani menekankan bahwa jajarannya tetap teguh pada rencana penutupan Rikers Island demi memperbaiki kondisi sistem penjarakan di kota itu.
"Our administration remains steadfast in our commitment to both improving conditions in our city’s jail system and to closing Rikers Island," sebut Zohran Mamdani.
Rentetan kematian ini menjadi tantangan besar bagi administrasi Wali Kota Mamdani yang menghadapi tenggat waktu penutupan Rikers Island pada Agustus 2027.