Pemerintah Taiwan dan Filipina menyepakati penguatan kolaborasi sektor perikanan serta pendalaman mekanisme rekrutmen langsung bagi pekerja migran dalam pertemuan kelompok kerja teknis (TWG) kedelapan di Manila pada Rabu, 6 Mei 2026.
Direktorat Jenderal Perikanan (FA) Taiwan menjelaskan bahwa kedua negara telah memperbarui saluran komunikasi siaga untuk menangani berbagai isu krusial di wilayah perairan kedua negara. Fokus utama pembahasan mencakup penanganan penangkapan ikan ilegal, pelaporan insiden sengketa laut, hingga investasi bersama.
Data dari FA menunjukkan adanya rencana optimalisasi Pelabuhan Davao sebagai pusat logistik bagi kapal-kapal Taiwan. Pihak Filipina juga memfasilitasi kunjungan lapangan ke pelabuhan tersebut pada Kamis, 7 Mei 2026, guna meninjau kelayakan fasilitas bongkar muat dan alih muat.
Selain aspek teknis kelautan, kedua delegasi mengeksplorasi potensi industri melalui pertukaran teknologi budidaya ikan nila dan bandeng. Rencana pendirian pusat pelatihan awak kapal juga dinilai layak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor tersebut.
Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan mencatat bahwa dialog kali ini memberikan hasil signifikan bagi perlindungan hak nelayan dan peningkatan rasa saling percaya. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian penegakan hukum perikanan yang ditandatangani sejak 2015.
"Bekerja dengan sahabat sendiri itu tidak mudah. Sangat sulit untuk memisahkan antara sebagai teman yang suka bercanda, dengan bagaimana harus berjalan di dalam studio untuk menjadi profesional. Kami berdua harus menekan sisi kekanak-kanakan kami," ungkap Danang Pamungkas di hadapan awak media.
Pernyataan penari Indonesia tersebut merujuk pada tantangan emosional dalam proyek kolaborasi seni "Islands" bersama seniman Taiwan, Wang Yeu-kwn. Karya ini mengeksplorasi identitas negara kepulauan melalui medium plastik besar yang menuntut presisi gerak tinggi.
"Saya harus kembali ke nol tentang bagaimana mempelajari contact balance, flirting, dan bagaimana berurusan dengan plastik. Saya tidak terbiasa menggunakan tubuh saya untuk kembali ke teknik kontemporer. Itu adalah tantangan besar," tambah Danang Pamungkas.
Pementasan kontemporer tersebut dijadwalkan berlangsung di Teater Salihara pada Sabtu, 9 Mei 2026 dan Minggu, 10 Mei 2026. Pertunjukan ini menjadi simbol dialog kebudayaan yang melengkapi hubungan teknis dan ekonomi antara Taiwan dan mitra regionalnya.