Memahami Tanda Kiamat Besar dan Kecil dalam Al-Qur'an serta Hadits

Memahami Tanda Kiamat Besar dan Kecil dalam Al-Qur'an serta Hadits

Meyakini kedatangan hari akhir merupakan pilar fundamental dalam akidah umat Islam yang termaktub sebagai rukun iman kelima. Dilansir dari Detikcom, berbagai petunjuk mengenai peristiwa besar ini telah disampaikan melalui ayat-ayat Al-Qur'an agar manusia senantiasa waspada terhadap kefanaan dunia.

Istilah asyrath as-sa'ah merujuk pada indikasi yang mendahului hari kiamat dan menunjukkan semakin dekatnya waktu kejadian tersebut. Berdasarkan penjelasan dalam buku Bangunan Tinggi Pertanda Akhir Zaman karya Dr. Raflis Tanjung, tanda-tanda ini terbagi menjadi dua kategori utama.

Kategori pertama adalah tanda-tanda kecil (asyrath shugra) yang muncul jauh sebelum kiamat terjadi dan sering kali dianggap sebagai fenomena biasa. Sementara itu, tanda-tanda besar (asyrath kubra) merupakan peristiwa luar biasa yang muncul menjelang kehancuran alam semesta.

Tanda-tanda kiamat besar melibatkan fenomena yang tidak terjadi berulang-ulang dan menjadi penanda akhir dari kehidupan di bumi. Salah satu peristiwa yang paling disoroti adalah turunnya Nabi Isa AS kembali ke dunia.

Hal ini bersandar pada firman Allah SWT dalam surah An-Nisa ayat 159:

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ قَبْلَ مَوْتِهٖ ۚوَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًاۚ

Artinya: "Tidak ada seorangpun di antara Ahli Kitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka."

Mufasir Ibnu Jarir memberikan penafsiran bahwa setiap Ahli Kitab akan meyakini kebenaran Nabi Isa AS sebelum ajal menjemput mereka. Selain itu, tanda besar lainnya adalah munculnya Yajuj dan Majuj yang menerjang dari tempat tinggi.

Peristiwa ini digambarkan dalam surah al-Anbiya ayat 96-97 yang menyebutkan bahwa ketika tembok mereka terbuka, mata orang-orang kafir akan terbelalak menyadari kedekatan janji hari kiamat. Fenomena dukhan atau kabut tebal juga menjadi azab pedih yang meliputi manusia di akhir zaman.

Selain fenomena sosial dan makhluk, kiamat besar ditandai dengan perubahan astronomi yakni matahari yang terbit dari arah barat. Surah Al-An'am ayat 158 menegaskan bahwa pada saat itu, pintu taubat telah tertutup dan iman seseorang yang baru muncul tidak lagi memberikan manfaat.

Pelengkap dari rangkaian peristiwa ini adalah kemunculan dabbah atau hewan melata dari perut bumi. Sebagaimana firman Allah dalam surah an-Naml ayat 82:

وَاِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ اَخْرَجْنَا لَهُمْ دَاۤبَّةً مِّنَ الْاَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ اَنَّ النَّاسَ كَانُوْا بِاٰيٰتِنَا لَا يُوْقِنُوْنَ

Artinya: "Apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami mengeluarkan makhluk bergerak dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia selama ini tidak yakin pada ayat-ayat Kami."

Mengenal Tanda-Tanda Kiamat Kecil

Berbeda dengan tanda besar, tanda-tanda kecil sebagian besar sudah terjadi dan terus berlangsung hingga saat ini. Diutusnya Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu titik awal dari rangkaian tanda kecil tersebut.

Rasulullah SAW memberikan perumpamaan mengenai jarak antara pengutusan beliau dengan kiamat dalam sebuah hadits:

"(Waktu) aku diutus dan (terjadinya) Kiamat seperti jarak antara dua hal ini, perawi berkata: 'Beliau pun membuat isyarat dengan kedua jari beliau, lantas merenggangkan keduanya'." (HR Bukhari dan Muslim)

Wafatnya Rasulullah SAW dan penaklukan Baitul Maqdis juga masuk dalam daftar tanda kecil yang telah terjadi dalam sejarah Islam. Penaklukan Baitul Maqdis pertama kali terjadi pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab dan diprediksi akan terulang di masa Al-Mahdi.

Fenomena alam seperti terbelahnya bulan juga menjadi bukti otentik yang terekam dalam surah Al-Qamar ayat 1-2. Meskipun kaum musyrikin saat itu menganggapnya sebagai sihir, peristiwa ini adalah mukjizat sekaligus peringatan dekatnya hari akhir.

Kondisi sosial juga menjadi indikator kuat melalui munculnya berbagai fitnah yang digambarkan sangat gelap. Rasulullah SAW memperingatkan bahwa akan ada masa di mana seseorang beriman di pagi hari namun menjadi kafir di sore hari karena beratnya cobaan iman.

Meski banyak petunjuk telah disampaikan melalui wahyu dan hadits, kepastian mengenai waktu spesifik terjadinya kiamat tetap menjadi rahasia mutlak yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Artikel terkait

Rekomendasi