Menteri PU Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya Rampung Juli 2026

Menteri PU Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya Rampung Juli 2026

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mematok target progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, minimal mencapai dua persen per hari. Langkah ini diambil guna memastikan proyek tersebut rampung tepat waktu sebelum Tahun Ajaran Baru pada Juli 2026 dimulai.

Target tersebut disampaikan oleh Dody saat meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (6/5/2026). Dilansir dari Kompas, peninjauan ini dilakukan bersama Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, dan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.

Koordinasi terakhir menunjukkan kemajuan fisik bangunan telah menyentuh angka sekitar 9 persen hingga sore hari sebelum kunjungan. Menteri PU menginstruksikan percepatan pada aspek tertentu yang membutuhkan waktu lama, seperti area sarana olahraga.

"Per kemarin sore, saya koordinasi sudah sekitar 9 persen. Jadi, mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Mungkin ada beberapa yang belum selesai tuntas, dan sudah saya sampaikan agar rumput untuk lapangan bola segera disemai karena itu memakan waktu cukup lama dan tidak bisa mendadak. Tapi overall (secara keseluruhan) bagus," terang Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Strategi percepatan ini melibatkan evaluasi ketat terhadap deviasi harian. Jika pengerjaan terhambat oleh faktor cuaca atau teknis pada satu hari, maka kekurangan tersebut wajib dikejar pada jadwal hari berikutnya tanpa penundaan lebih lanjut.

"Jadi untuk Sekolah Rakyat di Dharmasraya ini kita kejar. Mudah-mudahan per hari bisa minimal 2 persen. Kalau misalnya per hari nggak bisa mencapai 2 persen karena hujan atau lainnya. Besoknya saya minta untuk di catch up," terang Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Pemerintah berupaya memindahkan para siswa yang saat ini menempati fasilitas rintisan ke gedung baru yang lebih representatif. Hal ini menjadi alasan utama di balik ketatnya jadwal konstruksi agar tidak mengganggu transisi pendidikan siswa.

"Jadi, kalau hari ini ketinggalan setengah persen, berarti besoknya mesti 2,5 persen. Karena adik-adik kita yang sekarang masih berada di Sekolah Rakyat Rintisan harus bisa masuk ke sekolah yang baru pada Tahun Ajaran Baru Juli 2026," tambah Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Kinerja tim lapangan mendapat apresiasi dari Menteri PU, terutama sinergi antara Satgas Percepatan Sekolah Rakyat (SR) Tahap 2 dengan pihak kontraktor. Pengawasan harian dan ketersediaan material di lapangan dinilai sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang direncanakan.

"Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, Satgas Percepatan SR Tahap 2 bekerja dengan baik. Koordinasinya bagus. Kontraktor juga bergerak cepat. Semua bekerja sama untuk memastikan progres harian berjalan baik termasuk kesiapan material," tambah Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Pembangunan ini merupakan realisasi dari visi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan guna mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Proyek ini juga diselaraskan dengan target pencapaian kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Jadi, sebetulnya ini adalah ide mulia Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan agar kemiskinan ekstrim dapat segera dihapuskan dari Indonesia. Sesuai juga dengan semboyan PU 608. Dan penghapusan kemiskinan ekstrim itu paling mudah melalui sekolah. Tidak ada cara lain. Di samping itu juga untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045," lanjut Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi untuk terus menambah jumlah fasilitas serupa di masa mendatang. Skala pembangunan kedepannya direncanakan mencakup area yang luas demi menampung lebih banyak warga kurang mampu.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan pembangunan tambahan 7 Sekolah Rakyat pada tahun depan dengan luas kawasan rata-rata 8–10 hektar," tandas Vasko Ruseimy, Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Sekolah Rakyat di Dharmasraya dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu dari tingkat SD hingga SMA. Fasilitas pendukung meliputi asrama, rumah ibadah, gedung olahraga, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan seragam secara gratis.

Artikel terkait

Rekomendasi