KSP Targetkan SMA Garuda Beroperasi Mulai Juli 2026

KSP Targetkan SMA Garuda Beroperasi Mulai Juli 2026

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menargetkan proyek pembangunan SMA Garuda Transformasi dan SMA Garuda Baru dapat tuntas dan mulai beroperasi pada Juli 2026. Program ini dirancang untuk menciptakan generasi unggul Indonesia yang kompetitif di tingkat dunia, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Ini merupakan bagian dari agenda besar Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mencetak talenta unggul Indonesia berstandar global," ujar Dudung, Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Pernyataan tersebut disampaikan Dudung usai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Hingga saat ini, tercatat sebanyak 6.738 pendaftar dari 34 provinsi telah menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap sekolah tersebut.

Dudung menjelaskan bahwa pihaknya berperan aktif dalam mengatasi hambatan teknis di lapangan. Peran KSP mencakup koordinasi lintas kementerian, penanganan masalah kewilayahan, hingga komunikasi dengan masyarakat demi kelancaran proyek nasional ini.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie memberikan apresiasi atas pengawalan ketat yang dilakukan KSP sejak fase awal perencanaan kebijakan hingga tahap pelaksanaan di daerah.

"Tanpa KSP kita tidak bisa membangun Sekolah Garuda. Jadi KSP sangat dari awal sekali dari bahkan pembentukan Peraturan Presiden (Perpres) sampai hal-hal yang sifatnya dadakan, tidak terduga, tapi harus diselesaikan," kata Stella, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Stella menegaskan bahwa keberlanjutan Sekolah Garuda telah memiliki jaminan finansial melalui dukungan Kementerian Keuangan dan dana abadi LPDP untuk memastikan operasional sekolah berjalan dalam jangka panjang.

"Sekolah Garuda mempunyai dana abadi, artinya investasi negara dari Bapak Presiden yang dibuat sekarang untuk Sekolah Garuda ini akan berlangsung selamanya," jelas Stella, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Lokasi pembangunan sekolah ini menyasar berbagai wilayah pelosok di Indonesia, termasuk Belitung, Soe (NTT), Tanjung Selor (Kalimantan Utara), hingga Sulawesi Tenggara. Pada seleksi tahap keempat, tersaring 320 peserta yang didominasi siswa dari luar Pulau Jawa.

Pemerintah memfokuskan program ini bagi siswa berprestasi dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, dengan rata-rata nilai akademik mencapai 88. Stella mengibaratkan investasi pada fasilitas pendidikan ini setara dengan pembangunan fasilitas bagi atlet nasional.

"Kita tidak pernah ragu untuk membangun stadion yang paling bagus untuk calon timnas sepak bola kita. Dan di pendidikan kita belum pernah. Inilah jawaban Bapak Presiden," tukas Stella, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Target jangka panjang dari program ini adalah melahirkan sumber daya manusia yang mampu berbicara banyak di level internasional. Stella menekankan bahwa lulusan sekolah ini diharapkan dapat meraih prestasi tertinggi dalam bidang keilmuan global.

"Kita juga akan mendapatkan bukan saja medali emas di bulu tangkis, tapi peraih Nobel suatu saat dari Indonesia," kata Stella, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Artikel terkait

Rekomendasi