Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan terkait kritik yang disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan keras tersebut disampaikan melalui sebuah tayangan video resmi di akun media sosial Sekretaris Kabinet. Teddy Indra Wijaya secara terbuka menyinggung masa jabatan Dino Patti Djalal yang dinilainya singkat saat mengemban tugas di Kementerian Luar Negeri.
"Terima kasih atas masukan dari Pak Dino Patti Djalal, saya pikir (beliau) diplomat hebat, pernah jadi Wamenlu walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Penegasan tersebut dilontarkan guna meluruskan kritik dari Dino Patti Djalal mengenai efisiensi anggaran negara serta jumlah rombongan kepresidenan dalam lawatan internasional. Berdasarkan catatan sejarah birokrasi, Dino Patti Djalal memang tercatat menduduki posisi Wakil Menteri Luar Negeri sejak Juni 2014 hingga Oktober 2014 pada akhir masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dino Patti Djalal memulai karier di Departemen Luar Negeri pada tahun 1987 dan sempat dipercaya menjadi juru bicara pemerintah dalam referendum Timor Timur pada tahun 1999. Sebelum diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, ia juga pernah mengemban tugas sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Internasional serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.