Peningkatan kompetensi digital bagi tenaga pendidik di Indonesia kini menjadi prioritas penting. Seperti dilansir dari Medcom, Telkomsel meluncurkan program Terpujilah GURU untuk membantu para guru menguasai keterampilan teknologi digital.
Program ini dirancang untuk membekali guru dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), memproduksi konten edukasi kreatif, serta merancang desain visual materi pembelajaran.
Inisiatif tersebut resmi dimulai melalui acara Kick Off di SMK BOASH, Kabupaten Bogor, pada 18 Mei 2026. Kegiatan perdana ini dihadiri oleh 120 peserta secara langsung dan ratusan pendidik lainnya yang bergabung secara daring dari wilayah Bogor.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, bersama Kepala Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, S.Ag, M.Pdi.
Melalui program ini, Telkomsel berkomitmen membantu para pengajar beradaptasi dengan teknologi. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran guru sebagai pendidik, pencipta, dan inovator di era digital.
Percepatan transformasi digital mengubah peran guru secara signifikan. Tenaga pendidik kini tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi juga mengarahkan siswa agar bijak dalam menggunakan teknologi sehari-hari.
Berdasarkan data Uji Kompetensi Guru (UKG), sekitar 81 persen guru di Indonesia tercatat belum mencapai standar minimum. Kondisi tersebut mendorong pentingnya penguatan kapasitas para pendidik secara merata.
Telkomsel menyediakan platform pembelajaran praktis dan aplikatif agar peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan baru. Materi fokus pada efisiensi kerja dengan AI, pembuatan konten kreatif, dan visualisasi pelajaran.
Program Terpujilah GURU dijadwalkan berjalan dari Mei hingga September 2026 di berbagai kota besar. Telkomsel menargetkan pelatihan ini dapat menjangkau lebih dari 1.000 guru di seluruh Indonesia.
Rangkaian pelaksanaannya disusun melalui beberapa tahapan sistematis. Tahapan tersebut meliputi proses scouting, screening, academy, mentoring, hingga tahap akhir berupa bootcamp.
Peserta yang mengikuti program akan memperoleh manfaat berupa peningkatan keahlian digital, portofolio materi ajar, akses jaringan komunitas guru inovatif, serta dukungan pembinaan dan bentuk apresiasi.
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan bahwa program ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional berbasis teknologi.
“Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel memberdayakan guru agar bisa ciptakan hari yang lebih baik dan masa depan gemilang. Terpujilah GURU dihadirkan untuk membantu tenaga pendidik memanfaatkan teknologi secara tepat guna agar pembelajaran jadi lebih efektif, kreatif, dan berdampak,” ujar Abdullah Fahmi.
Kolaborasi Bersama PGRI hingga Guru Pejuang Digital
Telkomsel menggandeng sejumlah organisasi profesi dan komunitas pendidikan demi memperluas jangkauan dampak program. Kemitraan ini melibatkan PGRI, MGMP, Guru Pejuang Digital, PPG Prajabatan, serta gerakan 1000 Guru.
Kepala Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, H. Cucu Salman, S.Ag, M.Pdi, menekankan bahwa penguasaan literasi digital oleh guru merupakan aspek krusial agar metode pengajaran tetap relevan dengan zaman.
“Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel untuk memperkuat kompetensi guru. Penguatan literasi digital guru menjadi kunci agar pembelajaran tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa. Kami berharap program ini dapat terus diperluas agar manfaatnya dirasakan lebih banyak pendidik,” kata Cucu Salman.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong efektivitas proses belajar mengajar. Langkah kolaboratif tersebut diproyeksikan dapat mempercepat kesiapan generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan era digital.