PBNU Rilis Tema dan Logo Harlah 1 Abad NU Versi Masehi 2026

PBNU Rilis Tema dan Logo Harlah 1 Abad NU Versi Masehi 2026

Nahdlatul Ulama (NU) bersiap memperingati Hari Lahir (Harlah) satu abad atau 100 tahun dalam versi kalender Masehi yang jatuh pada 31 Januari 2026. Momentum ini menandai perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut sejak didirikan pada 1926 silam.

Dikutip dari Caritahu, perayaan ini memiliki makna historis sebagai tonggak perjuangan kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan. Puncak peringatan nasional direncanakan berlangsung meriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Peringatan versi Masehi ini menjadi selamatan khusus berskala internasional bagi warga Nahdliyin. Hal tersebut berbeda dengan perayaan satu abad versi Hijriah yang sebelumnya telah digelar di Sidoarjo pada periode 2023–2024.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan tema resmi untuk menyambut usia 100 tahun ini. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, meluncurkan tema tersebut pada awal Januari 2026.

Adapun tema yang diangkat adalah "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia". Narasi ini merefleksikan komitmen organisasi dalam menjaga kedaulatan bangsa dari berbagai ancaman internal maupun eksternal yang terus berkembang.

Gus Yahya menegaskan bahwa tema ini bukan sekadar slogan, melainkan visi besar untuk memberikan kontribusi nyata bagi peradaban dunia. Fokus utamanya terletak pada nilai Islam moderat, keadilan, persatuan, dan kemajuan umat manusia.

Filosofi dan Makna Logo 100 Tahun

Bersamaan dengan tema, PBNU juga merilis logo resmi Harlah 1 Abad NU versi Masehi pada 5 Januari 2026. Desain utamanya menampilkan angka 100 dengan bentuk solid yang melambangkan kematangan serta pengalaman organisasi menghadapi dinamika zaman.

Elemen warna dalam logo ini memiliki arti mendalam bagi identitas NU. Angka 1 berwarna hijau merepresentasikan fondasi moral-spiritual serta harapan untuk pertumbuhan bangsa yang berkelanjutan.

Sementara itu, dua angka 0 didominasi warna emas yang menyimbolkan kejayaan, kemuliaan, dan capaian peradaban. Bentuk lingkaran yang kokoh menggambarkan persatuan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan organisasi.

Sejarah Singkat Berdirinya NU

Organisasi ini didirikan di Surabaya pada 31 Januari 1926 atas inisiatif tokoh-tokoh besar seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Pendiriannya merupakan respons untuk membentengi tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di tengah arus pembaruan Islam masa itu.

Sejak awal, NU telah berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan mengedepankan semangat kebangsaan dan tasawuf. Hingga kini, organisasi ini tetap menjadi pilar utama Islam Nusantara yang membawa misi rahmatan lil alamin melalui jaringan pesantren yang luas.

Perayaan satu abad ini diharapkan menjadi sarana refleksi dan rasa syukur bagi seluruh warga NU. Selain itu, momentum ini bertujuan memicu semangat baru dalam memberikan kontribusi di bidang pendidikan, politik, hingga advokasi hak asasi manusia.

Artikel terkait

Rekomendasi