Tiga Pendaki Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara

Tiga Pendaki Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Maluku Utara

Tiga orang pendaki dilaporkan meninggal dunia setelah terjebak erupsi di zona bahaya Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat, 8 Mei 2026. Insiden maut ini terjadi ketika para pendaki nekat menerobos radius terlarang yang telah ditetapkan otoritas keamanan setempat.

Berdasarkan data sementara Basarnas, terdapat total 20 pendaki yang berada di kawasan tersebut saat erupsi terjadi. Sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara tiga lainnya kehilangan nyawa sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Identitas korban meninggal dunia terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura bernama Timo dan Sahnas. Satu korban jiwa lainnya merupakan warga negara Indonesia dengan inisial E yang turut berada di lokasi kejadian saat awan panas menerjang.

Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) memberikan sorotan tajam terhadap tindakan para pendaki yang mengabaikan larangan demi adrenalin. Anggota IABI, Daryono, menegaskan bahwa peringatan otoritas adalah pembatas nyata antara nyawa dan kematian bagi setiap individu.

"Mengabaikan larangan pendakian demi konten media sosial atau kepuasan adrenalin adalah bentuk kenekatan yang paling fatal," kata Daryono, Anggota IABI.

Daryono menjelaskan bahwa saat erupsi besar terjadi dengan kolom abu mencapai 10.000 meter, keselamatan manusia terancam oleh aliran piroklastik. Kecepatan material panas tersebut tidak mungkin dihindari secara manual oleh manusia yang berada di radius dekat kawah.

"Gunung tidak butuh izin kita untuk meletus. Juga mempertaruhkan nyawa tim SAR dan relawan. Jadi hormatilah batas yang telah ditentukan otoritas. Taatilah zona bahaya, karena keselamatan adalah puncak tertinggi yang sebenarnya," kata Daryono, Anggota IABI.

Pelanggaran radius bahaya empat kilometer di Gunung Dukono telah berlangsung meski Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status tersebut sejak Desember 2024. Pemerintah daerah juga telah resmi menutup jalur pendakian sejak April 2026.

Faktor risiko utama di gunung api meliputi awan panas, lontaran material pijar, hingga lahar dingin. IABI mencatat sejarah bencana besar dari Gunung Pelée hingga Gunung Marapi sebagai bukti nyata keganasan aktivitas vulkanik yang tidak boleh diremehkan oleh wisatawan.

Daftar Tragedi Erupsi Gunung Api Dunia dan Nasional
Nama GunungTahun ErupsiJumlah Korban Jiwa
Gunung Pelée190229.000 orang
Gunung Nevado del Ruiz198523.000 orang
Gunung Merapi2010341 orang
Gunung Ontake201450 orang
Gunung Marapi202323 orang

Kondisi di Gunung Dukono saat ini menunjukkan bahwa jarak puluhan meter dari kawah merupakan area yang sangat mematikan. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada lagi pendaki ilegal yang masih berada di kawasan rawan tersebut pasca-insiden maut ini.

Artikel terkait

Rekomendasi