Rombongan perdana Amirul Hajj Indonesia mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (18/5/2026) untuk memulai tugas operasional dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Kehadiran tim tersebut bertujuan mengendalikan serta memantau pelayanan jemaah secara langsung di Tanah Suci, seperti dilansir dari Nasional.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengonfirmasi penugasan dirinya sebagai Na’ib Amirul Hajj guna mendampingi Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf selaku ketua delegasi. Manajemen delegasi tahun ini melibatkan 13 orang yang merangkum representasi kementerian, akademisi, figur agama, hingga profesional.
Pengorganisasian tim Amirul Hajj dibagi ke dalam tiga kelompok kerja demi optimalisasi pengawasan. Kelompok KH Ahmad Dahlan dipimpin oleh Mochamad Irfan Yusuf, kelompok KH Hasyim Asy’ari dipimpin oleh Dahnil Anzar Simanjuntak, dan kelompok HOS Cokroaminoto dipimpin oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.
Formasi delegasi tersebut diperkuat oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Perhubungan Komjen (Purn) Suntana, Prof Muhadjir Effendy, perwakilan Muhammadiyah Prof Hasyim Syah Nasution, perwakilan Nahdlatul Ulama KH Asep, serta pengusaha Yusuf Hamka.
“Amirul Hajj bertugas sebagai representasi negara dalam diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebagai tuan rumah penyelenggaraan haji,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.
Komitmen peningkatan pelayanan ditekankan sebagai prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan operasional haji yang akuntabel.
“Keberangkatan kami ke Arab Saudi dalam rangka menjalankan amanah sebagai Amirul Hajj, memimpin misi haji Indonesia, sekaligus memastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik. Di era Presiden Prabowo, penyelenggaraan haji harus semakin baik, semakin tertib, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.
Kondisi fisik para jemaah juga menjadi perhatian khusus menjelang perpindahan fase krusial ibadah di Tanah Suci.
“Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.
Pemerintah menyatakan pengendalian ketat terus dilakukan terhadap seluruh sektor logistik, termasuk akomodasi, katering, perlindungan, kesehatan, bimbingan ibadah, dan transportasi.
“Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar,” tegas Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI.