Tim Pengawas Haji DPR menerima laporan terkait dugaan aksi pungutan tidak resmi yang dilakukan oleh oknum Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji terhadap jemaah haji di sekitar Masjidil Haram, Mekkah. Temuan pengawasan pada Selasa (19/5/2026) malam ini akan segera dibawa ke dalam rapat evaluasi bersama Kementerian Haji dan Umrah, seperti dilansir dari Detikcom.
Dugaan penarikan biaya ilegal tersebut menyasar para jemaah yang membutuhkan layanan kursi roda di area ibadah Sa'i. Anggota Timwas Haji DPR memperoleh informasi ini setelah melakukan konfirmasi langsung kepada PPIH Masjidil Haram.
"Dan yang menarik adalah mereka berhasil menemukan beberapa temuan adanya oknum dari para tenaga petugas juga, Tepung, yang ternyata mereka melakukan pengambilan pungutan kursi roda," ucap anggota Timwas DPR Selly Andriani Gantina di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026) malam.
Kementerian Haji dan Umrah merekrut sekitar 1.100 Tenaga Pendukung musiman yang terdiri dari mahasiswa Indonesia di Timur Tengah serta mukimin di Arab Saudi. Keberadaan tenaga musiman dalam jumlah besar ini kini menjadi sorotan tajam bagi pihak legislatif.
"Dan tentu ini menjadi bahan evaluasi kami dari DPR RI, karena memang tenaga musiman yang hari ini direkrut oleh Kementerian Haji bukan angka yang sedikit, tetapi hampir mencapai sekitar 1.100 tenaga musiman atau tenaga pendukung yang harus menjadi evaluasi kami," lanjut Selly.
Selain pungutan kursi roda, oknum tersebut ditengarai menawarkan jasa city tour dan badal umrah secara ilegal. Tindakan penawaran ini dinilai menyalahi instruksi resmi yang meminta jemaah fokus menjaga kondisi fisik demi menyambut puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
"Nah, padahal sudah dilakukan upaya-upaya dan himbauan dari Kementerian Haji menjelang puncak Armuzna, para jemaah harus melakukan upaya menjaga kesehatan mereka. Dan tentu ini nanti akan kami sampaikan pada saat rapat dengan Amirul Hajj maupun dengan Kementerian," jelas anggota Komisi VIII ini.
Timwas Haji DPR juga mengindikasikan adanya potensi kolusi antara oknum Tenaga Pendukung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah dalam menjalankan praktik pembadalan serta penawaran paket wisata tersebut.
"Karena tenaga musiman ini terdiri dari para mukimin dan tenaga mahasiswa. Nah, evaluasinya adalah apakah mereka ini bekerja sama dengan oknum-oknum dari KBIHU untuk melakukan upaya pembadalan, kemudian juga upaya-upaya rekrutmen untuk melakukan pemungutan uang dari kursi roda, dan mungkin juga yang paling menarik adalah mereka juga melakukan penawaran untuk melakukan city tour," pungkasnya.