Tim Pengawas (Timwas) DPR RI 2026 meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memperhatikan kelayakan fasilitas ibadah jemaah haji Indonesia di Kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Langkah ini diambil setelah rombongan pengawas menemukan kondisi kasur yang tipis, tidak nyaman, dan berukuran kecil saat melakukan inspeksi mendadak, seperti dilansir dari Detikcom.
Ketua Timwas DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menilai spesifikasi tempat tidur tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan awal antara pemerintah Indonesia dan penyedia layanan.
"Sudah kasurnya kecil, penempatannya juga tidak ada space," kata Cucun Sabtu malam (23/5/2026).
Temuan di lapangan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh anggota pengawas lainnya melalui kunjungan langsung ke pemukiman jemaah untuk menyerap aspirasi tambahan menjelang puncak ibadah.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus anggota Timwas Haji DPR RI 2026, Sari Yuliati menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan dan kesejahteraan para petugas di lapangan saat mengunjungi Hotel Lulua Al Masher No. 423 di Makkah pada Minggu (24/5/2026).
"Hari ini kami menerima beberapa catatan dari jemaah, terutama soal variasi menu makanan. Selain itu, mereka juga menginginkan perhatian terhadap kesejahteraan petugas," kata politikus Partai Golkar tersebut.
Sari menyatakan seluruh masukan jemaah akan dibahas bersama Amirul Hajj dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi untuk mencari solusi cepat.
"Tidak ada satu pun yang kita tolerir yang memanfaatkan keikhlasan para jamaah dalam beribadah," tegasnya.
Pemerintah ditegaskan wajib menjamin pemenuhan hak jemaah agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalani seluruh rangkaian ibadah.
"Yang kita harapkan adalah jemaah bisa beribadah dengan sehat wal afiat sehingga bisa menjalankan rukun haji dengan khusyuk," tuturnya.