Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (Timwas Haji DPR) melakukan pengawasan langsung terhadap pelayanan jemaah haji asal Indonesia di kawasan Markaziyah, Madinah, Arab Saudi pada Sabtu (16/5/2026).
Rencana pengawasan di sekitar Masjid Nabawi tersebut dilakukan demi memastikan kualitas pelayanan terhadap para jemaah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Kita sudah mempunyai perencanaan untuk melakukan pengawasan di Madinah, terutama di beberapa kawasan Markaziyah. Seperti yang kemarin sudah dirapatkan di DPR, bahwa ada beberapa titik-titik poin, terutama di sektor-sektor sekitaran Masjid Nabawi," ujar Selly Andriany Gantina, Anggota Timwas Haji DPR.
Keberangkatan rombongan tahap pertama ini menggunakan pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 08.30 WIB. Selain area pemukiman, Timwas Haji DPR memprioritaskan pemantauan pada fasilitas kesehatan dan skema proteksi bagi jemaah.
"Karena bagaimanapun juga, asuransi kesehatan yang selama ini dikerjasamakan oleh Kementerian Haji dengan pihak Pemerintah Saudi harus menjadi poin pengawasan oleh DPR," lanjut Selly Andriany Gantina, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.
Pengecekan fasilitas medis menyasar rumah sakit yang merawat jemaah haji Indonesia yang jatuh sakit. Regulasi asuransi kesehatan ini melibatkan kerja sama antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Pemerintah Arab Saudi.
Sektor konsumsi juga menjadi sorotan tajam setelah munculnya keluhan mengenai variasi makanan yang disediakan bagi para jemaah selama berada di Madinah. Evaluasi menu katering bercita rasa Nusantara akan dijalankan lantaran muncul laporan bahwa hidangan tersebut membosankan.
Timwas Haji DPR juga mengidentifikasi masalah pada sektor akomodasi yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan untuk masa mendatang.
"Dan yang paling pasti, ada beberapa hotel yang kabarnya sangat tidak layak untuk dilanjutkan di beberapa tahun yang akan datang. Mungkin hal-hal itu yang menjadi perhatian kita," pungkas Selly Andriany Gantina.