Timwas Haji DPR Temukan Kamar Banjir di Hotel Al Hidayah Makkah

Timwas Haji DPR Temukan Kamar Banjir di Hotel Al Hidayah Makkah

Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR menemukan sejumlah fasilitas minim dan kamar jemaah yang kebanjiran saat melakukan inspeksi mendadak di Hotel Al Hidayah Tower, Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5/2026). Dilansir dari Detikcom, pemondokan yang berlokasi di kawasan Aziziyah ini menampung sekitar 2.000 jemaah haji Indonesia dan merupakan hotel paling jauh dari Masjidil Haram.

Kondisi pemondokan yang berjarak 13 kilometer dari Masjidil Haram tersebut menjadi sorotan karena sudah lama tidak digunakan. Saat peninjauan, Timwas Haji DPR mencatat beberapa persoalan krusial di tower 4 dan tower 6 yang langsung dilaporkan kepada Kementerian Haji dan Umrah selaku penyelenggara.

Masalah utama yang ditemukan adalah genangan air di kamar jemaah akibat desain saluran pembuangan yang tidak ideal. Kepadatan penghuni dalam satu kamar turut memperburuk kondisi kebersihan dan kenyamanan tempat tersebut.

"Desain kamar mandinya rata antara area mandi dengan lantai luar. Tentu airnya meluber keluar. Apalagi satu kamar diisi lima orang sehingga frekuensi penggunaan kamar mandi tinggi. Air keluar membasahi karpet, lama-kelamaan menjadi bau dan mengganggu kenyamanan," kata Ketua Timwas Haji DPR Cucun Ahmad Syamsurijal usai peninjauan.

Timwas Haji DPR juga menyoroti masalah sirkulasi udara di dalam kamar jemaah. Selain itu, rombongan menemukan musala di tower 6 yang tidak menyediakan tempat wudu khusus, sehingga jemaah terpaksa menggunakan wastafel.

"Ventilasi juga menjadi sorotan," lanjutnya.

Persoalan lain yang muncul adalah keterbatasan fasilitas kebersihan untuk ribuan jemaah. Aturan ketat dari otoritas setempat mengenai lokasi penjemuran pakaian menambah beban masalah domestik di penginapan tersebut.

"Selanjutnya, masalah tempat mencuci pakaian untuk 1.800 orang di satu tower. Ini harus dicarikan solusi karena aturan saat ini melarang menjemur di rooftop maupun di basement," kata Cucun yang didampingi sejumlah anggota Timwas Haji DPR.

Cucun menegaskan bahwa kelayakan fasilitas pendukung harus menjadi indikator utama pemerintah dalam memilih penginapan jemaah. Evaluasi berkala terhadap performa hotel dari musim haji sebelumnya dinilai sangat penting.

"Apabila ada hotel yang pelayanannya sudah bagus di tahun kemarin, sebaiknya jangan dilepas," kata Cucun.

Kendati demikian, Timwas Haji DPR memberikan apresiasi terhadap kualitas makanan yang disajikan di Al Hidayah Tower. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, menu makanan kali ini dinilai sangat baik dengan cita rasa yang sesuai dengan lidah jemaah Indonesia.

Sektor transportasi juga dinilai memadai dengan ketersediaan 55 armada bus Shalawat yang melayani rute langsung tanpa transit menuju Masjidil Haram. Jumlah armada ini rencananya akan ditambah 5 unit lagi saat rombongan kloter terakhir tiba di Makkah.

"Tidak boleh ada transit di Bakhutmah atau Aziziah. Rutenya murni dari Buruz Hidayah langsung ke Jabal Ka'bah. Alhamdulillah, Jabal Ka'bah sekarang sudah dibuka sehingga jemaah merasa nyaman karena akses jalannya tidak terlalu jauh," kata Cucun.

Artikel terkait

Rekomendasi