Tiongkok Percepat Pembangunan Kapal Induk Nuklir Type 004

Tiongkok Percepat Pembangunan Kapal Induk Nuklir Type 004

Angkatan Laut Tiongkok (PLAN) tengah mempercepat pembangunan armada tempur laut melalui konstruksi kapal induk bertenaga nuklir Type 004 di galangan Dalian sejak 2024. Proyek ambisius ini bertujuan memperluas jangkauan operasional Beijing guna menandingi dominasi militer Amerika Serikat di kawasan Pasifik dan sekitarnya.

Kehadiran Type 004 akan menempatkan Tiongkok ke dalam jajaran elit negara pemilik supercarrier bertenaga nuklir yang saat ini hanya dihuni oleh Amerika Serikat dan Prancis. Kapal induk ini diproyeksikan memiliki daya jelajah hampir tak terbatas yang hanya dibatasi oleh kebutuhan logistik awak kapal.

Hingga saat ini, Tiongkok telah mengoperasikan tiga kapal induk utama, yakni Liaoning, Shandong, dan Fujian. Fujian merupakan kapal paling modern yang dilengkapi sistem katapel elektromagnetik untuk meluncurkan pesawat tempur lebih berat dengan frekuensi lebih tinggi, menyerupai teknologi kelas Ford milik Amerika Serikat.

Persaingan kekuatan militer ini juga merambah ke sektor bawah laut. Mantan submariner Thomas Shugart menyoroti pentingnya keunggulan teknologi di kedalaman laut sebagai medan persembunyian terakhir dalam perang modern.

"Berada di bawah air penting karena itu salah satu tempat terakhir untuk bersembunyi," kata Thomas Shugart, mantan submariner.

Shugart menjelaskan bahwa transparansi sensor masa kini membuat laut menjadi medan krusial. Sementara itu, intelijen Amerika Serikat mengamati perubahan signifikan pada kualitas armada kapal selam Tiongkok yang kini dinilai jauh lebih senyap berkat bantuan teknologi Rusia.

Wakil Laksamana Richard Seif memberikan penilaian terhadap kemajuan teknologi maritim Tiongkok tersebut. Ia mengakui adanya tantangan besar terhadap supremasi bawah laut Amerika Serikat.

"sangat tangguh dan menantang dominasi bawah laut AS," cetus Richard Seif, Wakil Laksamana.

Seif merujuk pada pengembangan kapal-kapal baru Tiongkok yang semakin sulit dideteksi. Di sisi lain, Kepala intelijen angkatan laut AS, Laksamana Muda Michael Brookes, memprediksi pertumbuhan jumlah armada kapal selam Beijing secara signifikan dalam satu dekade ke depan.

"China akan memiliki 70 kapal selam tahun depan dan 80 pada 2035, termasuk sekitar 40 kapal nuklir, lebih banyak dari perkiraan sebelumnya," ungkap Michael Brookes, Laksamana Muda.

Brookes menambahkan bahwa angka tersebut melampaui total 67 kapal selam nuklir yang saat ini dimiliki oleh Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena kemampuan industri Amerika Serikat dilaporkan tidak mampu memenuhi target produksi untuk mengimbangi laju pembangunan armada Tiongkok.

Artikel terkait

Rekomendasi