Panglima Kodam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin meninjau kesiapan rencana pembangunan markas satuan tempur teritorial baru dan infrastruktur di wilayah Jawa Timur pada Senin (25/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai perwujudan program pemerintah pusat untuk memperkuat pertahanan sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi kerakyatan di daerah.
Kunjungan kerja tersebut mencakup peninjauan lokasi Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Pulung Merdiko, Ponorogo. Selain itu, rombongan juga memeriksa Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Bungkal serta memantau kesiapan operasional Marsailing Area Yonif TP 934/Satria Buwana Yudha (SBY) di Kabupaten Pacitan.
Pembangunan infrastruktur militer ini diproyeksikan membawa dampak positif yang masif bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam sektor usaha kecil dan penyerapan tenaga kerja lokal. Di Magetan, proyek Yonif TP bertempat di kawasan hutan petak 32 RPH Gangsiran, Desa Mategal, dengan luas lahan Perhutani mencapai 51,13 hektare.
Aktivitas pembangunan dipastikan tidak akan mengganggu sektor pertanian karena memanfaatkan area yang sudah lama tidak dikelola oleh masyarakat. Skema pengerjaan markas komando ini dilakukan secara bertahap agar warga yang saat ini mengolah lahan di area proyek tetap dapat melanjutkan aktivitas bercocok tanam mereka.
TNI AD menjadwalkan sekitar 600 prajurit untuk mulai menempati fasilitas barak pendukung yang siap huni pada pertengahan bulan Juni atau Juli tahun ini. Skala penempatan personel ini diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai lebih dari seribu prajurit yang bermukim di wilayah pangkalan tersebut.
Saat memberikan pengarahan di hadapan Forkopimda Ponorogo, Pangdam V/Brawijaya menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan melalui sektor pertahanan.
"Sebagaimana pembangunan yang sudah sudah, ini dampakya luar biasa," kata Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin.
Ia menambahkan bahwa kehadiran para personel TNI di daerah tersebut akan langsung menstimulasi aktivitas pasar lokal secara berkelanjutan.
"Memang arahnya ke ekonomi kerakyatan. Kehadiran TNI khususnya Angkatan Darat di Desa Pulung bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ekonomi pasti akan langsung berkembang," ujar Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin.
Selanjutnya, saat mengunjungi pangkalan baru di Kabupaten Pacitan, pimpinan tertinggi Kodam V/Brawijaya tersebut memberikan motivasi khusus kepada ratusan personel militer yang bertugas di sana.
"Kehadiran kami bersama jajaran Pangdam V/Brawijaya memberikan motivasi bagi seluruh prajurit di lapangan untuk terus menjaga komitmen, loyalitas, dan kesiapsiagaan tertinggi dalam setiap pelaksanaan tugas," kata Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin.
Ia meminta seluruh jajaran untuk senantiasa membina hubungan harmonis dengan warga setempat melalui program teritorial.
"Kalian adalah pionir sejarah di Yon TP 934 SBY, hitam putihnya batalion ini merupakan bagian kalian semua," ujar Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin.
Dandim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas kunjungan kerja jajaran komando atas tersebut ke wilayahnya.
"Terimakasih kepada Pangdam V/Brawijaya beserta rombongan yang berkenan berkunjung ke wilayah Kodim 0802/Ponorogo. Tentu ini sangat memberikan motivasi bagi kami Keluarga Besar Kodim 0802/Ponorogo. Besar harapan kami ini juga bisa mendongkrak dan meningkatnya kemajuan pembangunan di Kabupaten Ponorogo baik itu pembangun Brigif TP dan Yonif TP maupun Jembatan Perintis Garuda yang manfaatnya sangat dirasakan oleh rakyat," kata Letkol Arh Farauk Saputra.
Respons positif juga datang dari tokoh masyarakat di Kabupaten Magetan yang melihat proyek ini sebagai stimulus kebangkitan wilayah yang selama ini sepi.
"Dengan didirikannya Batalyon TP ini pastinya akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena nanti lebih dari seribu prajurit akan bermukim di sini, otomatis aktivitas ekonomi juga ikut tumbuh," kata Agus Dwi Wibowo, Ketua LMDH Desa Mategal.
Ia meyakini pemenuhan logistik harian prajurit akan membuka peluang bisnis baru seperti penyediaan bahan pokok dan jasa bagi warga sekitar.
"Setiap kegiatan pasti menimbulkan perputaran biaya dan dampaknya langsung ke lingkungan sekitar. Roda ekonomi akan bergerak naik," kata Agus Dwi Wibowo.
Pihak pengelola hutan memastikan koordinasi intensif terus berjalan guna menjamin kelancaran konstruksi pangkalan militer ini.
"Tidak mempengaruhi lahan garap warga, karena yang dipakai memang area yang sudah tidak dimanfaatkan masyarakat," ujar Agus Dwi Wibowo.
Proyek pangkalan militer baru di wilayah Jawa Timur ini ditargetkan segera merampungkan fasilitas utama barak prajurit untuk mendukung kesiapan operasi dalam waktu dekat.