Tim patroli pengamanan Pelni TNI Angkatan Laut Kodaeral XIV menggagalkan upaya penyelundupan delapan ekor satwa dilindungi di KM Gunung Dempo saat kapal bersandar di Pelabuhan Umum Pelindo Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (15/5/2026).
Keberhasilan operasi penertiban satwa langka di atas kapal penumpang tersebut dilansir dari Nasional.
"Dalam kegiatan pengamanan dan pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 18.25 hingga 00.05 WIT tersebut, petugas berhasil mengamankan delapan ekor satwa dilindungi yang terdiri dari enam ekor burung Kasturi Kepala Hitam dan dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul dalam keterangannya dikutip Minggu (17/5/2026).
Pengaggalan penyelundupan bermula saat petugas memeriksa aktivitas bongkar muat penumpang serta barang bawaan, lalu menemukan seekor burung Kasturi Kepala Hitam tersembunyi di dalam botol air mineral milik seorang penumpang rute Manokwari menuju Makassar di Dek 4.
"Penumpang tersebut kemudian diberikan penyadartahuan terkait status satwa dilindungi dan menyerahkan satwa tersebut secara sukarela kepada petugas," ujar Tunggul.
Pemeriksaan berlanjut ke Dek 5 kapal hingga tim patroli menemukan lima ekor burung Kasturi Kepala Hitam tanpa pemilik di dalam koper, serta dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning di dalam keranjang tanpa identitas saat pemeriksaan X-Ray terhadap barang bawaan buruh pelabuhan.
"Satwa yang diamankan diketahui merupakan satwa dilindungi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 32 Tahun 2024, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda hingga Rp5 miliar bagi pelaku perdagangan maupun pengangkutan ilegal satwa dilindungi," tegasnya.
Seluruh barang bukti satwa sitaan tersebut kemudian diserahkan dan dibawa ke kantor KSDA Wilayah I Sorong guna pendataan lebih lanjut, di mana operasi ini melibatkan personel gabungan Denintel, Pomal Kodaeral XIV, dan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat Daya.
"Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali agar seluruh prajurit TNI AL terus meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta sinergitas dengan instansi terkait dalam menjaga keamanan wilayah maritim dan melindungi sumber daya alam Indonesia demi keberlanjutan generasi mendatang," tandasnya.