TNI AU Perkuat Pengawasan Udara dengan Radar Ground Master 403

TNI AU Perkuat Pengawasan Udara dengan Radar Ground Master 403

Sistem pemantauan wilayah udara nasional milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara mendapatkan penguatan baru melalui pengiriman unit radar pengawas jarak jauh Ground Master 403 buatan perusahaan Thales asal Prancis yang tiba secara bertahap sejak tahun 2025 hingga 21 Mei 2026.

Pengadaan alat utama sistem persenjataan ini merupakan bagian dari kontrak pembelian total 13 unit radar GM403 yang disepakati pada tahun 2023 lewat kemitraan strategis antara Thales dan badan usaha milik negara Indonesia, PT Len Industri, seperti dilansir dari Kompas.com.

Proses mendatangkan alutsista tersebut dilakukan bertahap dengan rincian dua unit radar pertama sudah tiba mulai tahun 2025, sedangkan 11 unit sisanya dijadwalkan mendarat dalam kurun waktu 12 bulan ke depan.

Seluruh radar pertahanan ini nantinya akan langsung diintegrasikan secara penuh dengan sistem Air C4I SkyView milik Thales yang berfungsi menyajikan gambaran operasional wilayah udara Indonesia secara menyeluruh dan komprehensif.

Melalui mekanisme teknologi terintegrasi tersebut, personel TNI AU dapat melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman sekaligus memantau situasi kedirgantaraan secara real-time di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.

Pihak Thales menjelaskan bahwa langkah penguatan sistem pengawasan udara ini menjadi prioritas krusial bagi Indonesia mengingat kondisi geografisnya yang berupa wilayah kepulauan luas dengan tantangan keamanan udara yang dinamis dan kompleks.

Selain pasokan perangkat keras, kesepakatan kontrak kerja sama kedua belah pihak juga mencakup program transfer teknologi serta pengembangan kemampuan dukungan teknis jangka panjang di dalam negeri.

Kolaborasi ini diarahkan oleh Thales dan PT Len Industri untuk meningkatkan kapabilitas Indonesia dalam membangun sistem komando dan kendali pengawasan udara secara mandiri guna mengurangi ketergantungan pada pihak luar.

Kemitraan ini dinilai membuka peluang bagi pengembangan teknologi radar baru di masa depan, transfer keahlian kepada tenaga kerja lokal, hingga penyediaan dukungan perawatan jangka panjang untuk seluruh radar milik TNI AU.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis di sektor pertahanan juga dinilai mengalami penguatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir oleh manajemen Thales.

"Kami bangga telah mengirimkan dua radar pertama ke Indonesia dan kami ingin memperkuat kemitraan yang sukses ini lebih jauh," ujar Senior Vice-President Asia & Latin America Thales, Guy Bonassi.

Pihak produsen menegaskan komitmennya untuk mendukung kemandirian industri pertahanan lokal melalui pengembangan kapasitas dan transfer pengetahuan yang posisinya lebih dekat dengan pengguna akhir.

"Kami berkomitmen membantu penguatan industri pertahanan Indonesia melalui pengembangan pengetahuan lokal, kemampuan industri, hingga dukungan teknis yang lebih dekat dengan pengguna akhir," kata Guy Bonassi.

Secara teknis, radar GM403 merupakan perangkat pengawas udara jarak jauh berbasis teknologi 3D yang dirancang khusus untuk mendeteksi beraneka ragam ancaman di udara dalam cakupan area luas, termasuk melacak pesawat tempur, pesawat tanpa awak atau drone, hingga pergerakan rudal.

Artikel terkait

Rekomendasi