Komando Operasi TNI Habema menyiagakan pasukan serta alutsista untuk mengevakuasi delapan pendulang emas yang tewas diduga akibat dibunuh oleh TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada Jumat pagi.
Kesiapan personel, perlengkapan, alat komunikasi, hingga dukungan operasional dipastikan langsung melalui pengecekan oleh pihak militer demi kelancaran proses evakuasi di daerah pedalaman tersebut, dilansir dari Nasional.
Langkah evakuasi ini ditempuh melalui jalur koordinasi terpadu yang melibatkan satuan TNI, unsur penerbangan, serta personel gabungan yang dijadwalkan segera diterjunkan menuju lokasi kejadian.
Pihak militer mengonfirmasi bahwa medan di wilayah Korowai tergolong berat lantaran berada di kawasan pedalaman dengan akses yang sangat terbatas serta situasi cuaca yang kerap tidak menentu.
Selain fokus pada misi penyelamatan, aparat keamanan gabungan juga mengintensifkan kegiatan patroli pengamanan dan pemantauan pada sejumlah titik rawan di Yahukimo guna mencegah potensi gangguan keamanan susulan.
“Kami memastikan seluruh personel dan alutsista pendukung berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan evakuasi secara maksimal dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, dan keselamatan seluruh pihak di lapangan,” kata Yudha Airlangga, Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI.
Pimpinan pasukan tersebut juga memberikan instruksi khusus kepada jajaran prajurit yang bertugas agar senantiasa mengedepankan aspek keselamatan, kewaspadaan tinggi, serta profesionalisme selama operasi berlangsung.
“Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Jangan lengah, tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, dan utamakan faktor keamanan serta keselamatan dalam setiap pergerakan di lapangan,” kata Yudha Airlangga, Panglima Koops TNI Habema Mayjen TNI.
Sebelumnya, kelompok bersenjata TPNPB-OPM mengeklaim telah melakukan penembakan hingga menewaskan delapan orang pendulang emas ilegal di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, pada Selasa, 19 Mei 2026.
Melalui sebuah rekaman video yang beredar, pihak OPM menuduh bahwa para pendulang emas yang menjadi korban penembakan tersebut merupakan aparat intelijen yang sedang menyamar.
“Pasukan TPNPB OPM berhasil menembak mati delapan orang anggota TNI-Polri yang menyamar sebagai pendulang emas illegal di Korowai,” kata Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo Mayor.
Pihak kelompok bersenjata tersebut juga menyatakan bahwa tindakan penyerangan di kawasan tambang emas itu merupakan bentuk respons atas insiden fatal yang menimpa anggota mereka sebelumnya.
“Ini adalah aksi balasan kami terhadap penembakan oleh aparat terhadap dua anggota kami di Yahukimo pada hari Minggu kemarin. Kami juga bertanggungjawab atas penembakan ini,” kata Kopitua Heluka, Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo Mayor.