TNI Gelar Operasi Kesiapsiagaan Kawal KTT ASEAN di Filipina

TNI Gelar Operasi Kesiapsiagaan Kawal KTT ASEAN di Filipina

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyelenggarakan operasi kesiapsiagaan di wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (8/5/2026) guna menjamin keamanan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang berlangsung di Cebu, Filipina. Pengamanan skala besar ini melibatkan integrasi kekuatan dari matra darat, laut, dan udara.

Sebagaimana dilansir dari Nasional, operasi gabungan tersebut dirancang untuk menguji mobilitas pasukan serta protokol pengamanan VVIP. Selain itu, personel disiagakan untuk memberikan respons cepat terhadap potensi situasi darurat yang mungkin muncul di kawasan selama agenda internasional berlangsung.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo, menjelaskan bahwa kekuatan udara yang dikerahkan mencakup berbagai jenis pesawat angkut dan tempur.

"Ada 5 pesawat F-16, Hercules dan A400M untuk operasi kesiapsiagaan ini. (Lalu) 3 KRI (jenis) Brawijaya, Siliwangi dan RE Martadinata," ungkap Rico Ricardo, Brigjen TNI.

Menurut penegasan Rico, langkah ini merupakan prosedur rutin TNI dalam mengantisipasi dinamika situasi keamanan selama pertemuan tingkat tinggi negara-negara Asia Tenggara. Pelaksanaan operasional dipastikan tetap menghormati kedaulatan negara tetangga.

"Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN," ujar Rico Ricardo, Brigjen TNI.

Pihaknya menambahkan bahwa kontribusi pertahanan ini bertujuan menciptakan iklim yang kondusif demi kelancaran agenda-agenda strategis di tingkat regional.

"Karena itu, kesiapsiagaan TNI dalam konteks ini merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis ASEAN," tambah Rico Ricardo, Brigjen TNI.

Di lokasi berbeda, Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan telah tiba di Cebu untuk mengikuti rangkaian KTT ASEAN pada Jumat (8/5/2026). Berdasarkan pantauan Sekretariat Presiden, Kepala Negara menggunakan mobil operasional Maung buatan dalam negeri untuk menuju lokasi acara.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung menghadiri sesi retreat dan menyempatkan diri berinteraksi dengan para pemimpin negara anggota lainnya. Presiden sempat terlihat berbincang akrab dengan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, sesaat setelah sesi foto bersama para delegasi dimulai.

Artikel terkait

Rekomendasi