Tokoh PBNU Berkumpul dalam Kaderisasi PMKNU di Cirebon

Tokoh PBNU Berkumpul dalam Kaderisasi PMKNU di Cirebon

Sejumlah tokoh penting Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkumpul dalam Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Hotel Aston Cirebon pada 13–17 Mei 2026, yang dinilai menjadi ajang konsolidasi menjelang Muktamar ke-35 NU, dilansir dari Cahaya.

Forum ini menjadi sorotan karena kehadiran petahana Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf serta beberapa figur kuat lain seperti KH Imam Jazuli, Yusuf Chudlori, Gus Miftah, dan Gus Ipang. Kegiatan ini bersifat strategis karena syarat kelulusan PMKNU kini diwajibkan bagi calon ketua umum dan pengurus harian PBNU setelah dibekukannya AKNNU melalui Perkum Nomor 2 Tahun 2025.

Aktivis NU Cirebon, Mamang Hairudin, menilai berkumpulnya para tokoh tersebut di Cirebon merefleksikan gerakan politik yang besar.

"PMKNU di Aston ini bukan lagi kaderisasi biasa, ini adalah ‘Muktamar Kecil’ di Cirebon. Kehadiran KH Imam Jazuli, Gus Yusuf dkk di sini adalah sinyal bahaya bagi petahana," kata Mamang Hairudin, Aktivis NU Cirebon.

Menurut Mamang, langkah para tokoh ini memperlihatkan adanya upaya serius untuk membangun jaringan yang kuat antara pihak elite dengan basis Nahdliyin di tingkat daerah.

Sementara itu, dinamika suara di internal Nahdliyin menjelang pemilihan pemimpin baru ini diprediksi akan berlangsung ketat.

"Survei kami menunjukkan dinamisnya suara Nahdliyin. Langkah para calon Ketum mengikuti PMKNU adalah bentuk kepatuhan struktural, namun secara politis, ini memunculkan poros baru," ujar Wildan Efendy, Peneliti Insantara.

Wildan menambahkan bahwa persaingan antara kubu petahana Gus Yahya dengan kelompok yang mendekat pada Kiai Imjaz bakal menjadi pusat perhatian utama ke depan.

Di sisi lain, pengamat politik pesantren memberikan pandangan mengenai manuver defensif dan ofensif yang ditunjukkan oleh petahana dalam forum kaderisasi tersebut.

"Dia menunjukkan masih berkuasa sekaligus memantau rival. Tapi dengan Gus Yusuf yang fokus ke NU, serta Gus Miftah dan Gus Ipang yang merangkul milenial, panggung kini bergeser ke arah regenerasi muda," kata KH A Mudzakkir, Pengamat politik pesantren.

Persaingan terbuka antartokoh NU ini diperkirakan terus meningkat seiring mendekatnya pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan pada Agustus 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi