Arus lalu lintas di Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) kembali normal setelah material longsor di KM 72+000 B arah Jakarta berhasil dibersihkan. Dilansir dari Kompas, insiden yang dipicu hujan berintensitas tinggi tersebut terjadi pada Rabu (06/05/2026) pukul 15.30 WIB tanpa menimbulkan korban jiwa.
PT Trans Jabar Tol (TJT) selaku operator melaporkan bahwa tidak ada kendaraan pengguna jalan yang terdampak oleh pergerakan tanah tersebut. Selama evakuasi berlangsung, petugas sempat mengalihkan kendaraan melalui Gerbang Tol Cigombong guna menjamin keamanan publik.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa prioritas utama tim di lapangan adalah pemulihan jalur transportasi melalui mobilisasi alat berat. Pemerintah mengerahkan dua unit ekskavator, 10 truk jungkit, dan tiga tangki air untuk mempercepat proses evakuasi di lokasi kejadian.
"Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan," ujar Dody, dikutip Kamis (07/05/2026).
Upaya pembersihan yang didukung penerangan tambahan menunjukkan hasil signifikan pada Rabu malam pukul 21.00 WIB ketika lajur utama telah steril dari tanah. Badan Usaha Jalan Tol kemudian secara resmi membuka kembali ruas terdampak pada Kamis (07/05/2026) pukul 01.00 WIB.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa kecepatan respons personel menjadi kunci utama dalam meminimalisir gangguan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di jalur strategis tersebut.
"Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan di lokasi. Fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Alat berat dan personel segera turunkan sehingga dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali," kata Wilan.
Pihak berwenang kini tengah melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi lereng di sekitar lokasi longsor. Langkah mitigasi lanjutan dan pemantauan intensif terus dilakukan oleh BPJT bersama PT TJT untuk memastikan keamanan jalan tol sebelum diputuskan beroperasi secara penuh tanpa pembatasan.