PT Transjakarta resmi menutup sementara operasional Halte Manggarai di Jakarta Selatan mulai Rabu (6/5/2026) pagi guna mendukung kelanjutan proyek pembangunan LRT di wilayah tersebut. Sebagai langkah mitigasi layanan, pihak pengelola menyediakan dua halte temporer bagi para penumpang.
Lokasi halte temporer pertama berada tepat di seberang Halte Manggarai asli atau sisi utara Pasaraya Manggarai, sementara halte kedua terletak di sisi timur bangunan tersebut di Jalan Dokter Saharjo. Penumpang dapat mengakses kedua fasilitas ini melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Stasiun Manggarai dan Jalan Sultan Agung.
Layanan di kedua halte sementara ini mencakup empat trayek utama, yakni Koridor 4 (Pulo Gadung-Galunggung), Koridor 4D (Pulo Gadung-Kuningan), Koridor 6M (Stasiun Manggarai-Blok M), serta rute B25 (Bekasi-Dukuh Atas). Operasional keberangkatan dibedakan berdasarkan lokasi, di mana bus dari Jalan Sultan Agung berhenti di halte pertama, sedangkan bus dari Stasiun Manggarai menggunakan halte kedua.
Seorang pengguna layanan bernama Denis (21) mengaku sempat terkejut dengan perubahan lokasi halte saat menggunakan rute rutinnya pada hari pertama penutupan.
"Haltenya sih pertama-tama pas keluar agak kaget ya karena biasanya rutenya lewat halte yang ini biasa. Cuma ya udah kayak jalanin aja. Karena emang sudah ditutup juga jalannya jadi ya gampang lah keluarnya," tutur Denis.
Penyesuaian infrastruktur ini mendapatkan apresiasi dari penumpang lain, Deswira (28), yang menilai kelayakan fasilitas pada halte darurat tersebut tetap terjaga.
"Standar sih, sebetulnya kalau kebetulan kan ini haltenya juga bisa untuk berteduh juga, jadi terlindung dari panas ataupun hujan. Terus juga ada fasilitas kedaruratan, terus ada P3K," sebut Deswira.
Meskipun mengakui adanya kendala teknis dalam masa transisi, ia berharap layanan transportasi publik tetap bisa diandalkan selama pengerjaan konstruksi berlangsung.
"Setidaknya tidak menutup layanan sih. Jadi kalau optimal sih belum, enggak bisa dimaksimalkan juga sih (karena) cuma sebagai solusi sementara, temporer, ini enggak apa-apa," ungkapnya.
Dampak dari penutupan jalan di sisi utara halte lama dilaporkan memicu kepadatan arus lalu lintas yang signifikan di kawasan tersebut. Kendaraan pribadi kini dialihkan melintas melalui sisi selatan halte, yang menyebabkan antrean panjang akibat tingginya volume kendaraan yang memadati area Sultan Agung menurut pantauan kumparan.