Donald Trump Tolak Proposal Balasan Iran Terkait Perdamaian Timur Tengah

Donald Trump Tolak Proposal Balasan Iran Terkait Perdamaian Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menolak proposal balasan perdamaian yang diajukan pemerintah Iran pada Minggu (10/5/2026). Penolakan ini terjadi setelah Teheran mengajukan sejumlah syarat berat, termasuk tuntutan ganti rugi perang dan pengakuan kedaulatan penuh atas jalur perairan strategis Selat Hormuz.

Langkah diplomasi Iran tersebut dilakukan sebagai respons atas rencana perdamaian usulan Washington yang sebelumnya telah ditolak oleh Teheran. Iran menilai draf usulan Amerika Serikat mewajibkan mereka untuk mematuhi tuntutan yang dianggap berlebihan dan merugikan hak fundamental bangsa mereka.

Dalam dokumen yang dikirimkan melalui mediator Pakistan, Iran mendesak pencabutan seluruh sanksi ekonomi serta pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri. Laporan Press TV dan Anadolu Agency menyebutkan bahwa Teheran juga menekankan pentingnya pembayaran kompensasi penuh atas kerusakan akibat perang yang melibatkan kedua negara tersebut.

Ketegangan ini bermula sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu yang mengakibatkan jatuhnya ribuan korban jiwa. Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada April melalui bantuan Pakistan, perundingan lanjutan di Islamabad belum membuahkan kesepakatan permanen.

Kekecewaan terhadap draf perdamaian dari pihak Barat disampaikan oleh sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut kepada Tasnim News Agency.

"Tidak ada seorang pun di Iran yang menulis rencana untuk menyenangkan Trump. Tim negosiasi hanya menulis untuk hak-hak bangsa Iran. Jika Trump tidak senang dengan itu, itu sebenarnya lebih baik," kata sumber tersebut.

Sumber yang sama juga menyoroti kegagalan diplomasi yang dialami oleh pemimpin Amerika Serikat tersebut dalam menghadapi posisi tawar Teheran.

"Trump sama sekali tidak menyukai kenyataan; itulah mengapa dia terus kalah dari Iran," sebut sumber tersebut.

Donald Trump menanggapi balik dokumen tersebut melalui platform media sosial Truth Social miliknya setelah melakukan tinjauan pada hari Minggu.

"I baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya, sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump dilansir AFP.

Hingga saat ini, kondisi di Selat Hormuz masih menjadi titik kritis bagi pasokan energi global setelah Iran menutup jalur tersebut sebagai balasan atas konflik militer. Amerika Serikat merespons tindakan Iran dengan memberlakukan blokade pelabuhan untuk memaksa pembukaan kembali akses pengiriman minyak dan gas di kawasan Teluk Persia.

Artikel terkait

Rekomendasi