Tukang Rujak Terduga Pencabul Siswi SD di Kebon Jeruk Ternyata Guru Ngaji

Tukang Rujak Terduga Pencabul Siswi SD di Kebon Jeruk Ternyata Guru Ngaji

Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Terduga pelaku berinisial S (50) yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang rujak, ternyata juga dikenal sebagai seorang guru ngaji oleh masyarakat sekitar.

Peristiwa ini memicu kemarahan warga di kawasan Jalan Guji Baru, RT 06 RW 02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Tindakan asusila tersebut dilakukan terhadap seorang siswi sekolah dasar yang merupakan tetangganya sendiri, seperti dilansir dari Megapolitan.

Soleh (48), salah satu warga sekitar, membenarkan bahwa selain berjualan rujak, S memiliki latar belakang sebagai pengajar agama bagi anak-anak di kampungnya.

Sosok S dikenal cukup alim dan kerap mengisi tausiah di Masjid Nurul Iman yang berada di permukiman setempat.

"Iya memang guru ngaji dia, tapi dulu sih. Kayaknya sekarang masih tapi sedikit doang (muridnya), lebih banyak orang tahunya dagang rujak, tapi masih sering kadang ikut kegiatan di masjid gitu," kata Soleh saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu (17/5/2026).

Beberapa penduduk setempat mengungkapkan bahwa S dikenal memiliki karakter yang tegas dan galak ketika mengajar mengaji. Masyarakat sangat menyesalkan perilaku menyimpang ini dilakukan oleh figur yang dipandang memiliki pemahaman agama yang baik.

Berdasarkan informasi yang beredar di lingkungan setempat, korban dari perbuatan bejat S diduga tidak hanya satu orang. Tindakan tersebut disinyalir sudah berlangsung sejak lama, namun baru terungkap kepada warga belakangan ini.

"Kalau yang saya tahu cuma satu ini, tapi katanya ada yang lain lagi. Cuma warga sini belum pada tahu siapa-siapanya, kayaknya orang luar mungkin," ucapnya.

Terbongkarnya perbuatan pelaku bermula ketika korban memberanikan diri menceritakan kejadian yang dialaminya kepada pihak guru dan keluarga.

"Katanya sih korbannya ini ditanyain, terus akhirnya mengobrol dengan keluarganya. Dari situ baru tuh didatangi, katanya sudah lama (kejadiannya)," kata Soleh.

Merespons aduan tersebut, pihak keluarga bersama pengurus lingkungan setempat langsung mendatangi rumah pelaku. Proses penggerebekan dilakukan pada Rabu (13/5/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

"Jadi tengah malam itu tiba-tiba ramai banget di jalanan pada keluar, ternyata katanya itu tukang rujak di depan ditangkap. Katanya pencabulan anak SD, tetangga sini juga korbannya," tutur Soleh.

Situasi di sekitar lokasi sempat memanas ketika warga berkumpul dan memadati gang di depan rumah S. Massa yang emosi sempat melontarkan teriakan ke arah pelaku, namun situasi tetap terkendali tanpa adanya aksi main hakim sendiri.

"Wah ramai banget itu pada emosi. Cuma enggak sih kalau sampai memukul, pada aman," jelasnya.

Demi menjaga keamanan, terduga pelaku langsung dibawa ke dalam masjid setempat untuk diamankan dari amukan massa, sebelum akhirnya dijemput oleh petugas dari Polsek Kebon Jeruk.

Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nurul Aqsha mengonfirmasi adanya tindakan pengamanan dan penyerahan terduga pelaku ke kantor polisi. Namun, ia menjelaskan bahwa pihak keluarga korban sebenarnya telah melaporkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Barat pada sore harinya, Rabu (13/5/2026).

"Jadi itu sebelum kejadian malam hari (penggerebekan), sore harinya korban dan orang tuanya sudah membuat LP (laporan polisi) di Polres. Kami hanya mengamankan (saat kejadian)," kata Aqsha kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Minggu.

Proses hukum dan pendalaman lebih lanjut mengenai kasus pencabulan ini kini telah sepenuhnya dilimpahkan ke Sat Res PPA-PPO Polres Metro Jakarta Barat.

Artikel terkait

Rekomendasi