UGM Gelar Tes Keterampilan PBUB 2026 Bagi 502 Peserta Berprestasi

UGM Gelar Tes Keterampilan PBUB 2026 Bagi 502 Peserta Berprestasi

Sebanyak 502 calon mahasiswa baru yang lolos seleksi tahap pertama mengikuti Tes Keterampilan jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat, 22 Mei 2026 dan Sabtu, 23 Mei 2026.

Para peserta tersebut menunjukkan kemampuan terbaik mereka dari 53 bidang yang mencakup olahraga, seni, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sebagaimana dilansir dari Medcom pada Selasa, 26 Mei 2026.

Lima bidang tercatat memiliki jumlah pendaftar paling banyak dalam seleksi PBUB tahun ini, dengan kompetisi bola basket menempati posisi teratas melalui total 67 peserta.

Bidang marching band serta paduan suara/seni suara menyusul dengan masing-masing diikuti oleh 44 peserta, sedangkan taekwondo meloloskan 43 peserta dan pencak silat diikuti oleh 36 peserta.

Perwakilan panitia, Ahmad Yuana, menjelaskan bahwa ujian untuk cabang olahraga basket dilaksanakan tersendiri di Leadership Hall MM UGM pada Jumat, 22 Mei 2026, sementara 51 bidang lainnya digelar serentak pada keesokan harinya.

Peningkatan jumlah pendaftar secara signifikan terjadi pada tahun ini karena adanya kebijakan baru yang mengakomodasi penambahan bidang-bidang kompetisi baru seperti handball, hoki es, ice skating, dansa, dan petanque.

Berbeda dari regulasi sebelumnya yang mewajibkan pilihan bidang selaras dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus, UGM kini melonggarkan aturan selama perlombaan tersebut diakui oleh induk organisasi resmi.

“Jadi, ada beberapa bidang yang memang sebelumnya agak jarang terdengar di UGM. Tapi kemudian tetap kita terima jalur tersebut,” ujar Yuan.

Kebijakan apresiatif juga disampaikan oleh pihak rektorat universitas yang memandang seleksi ini sebagai ruang inklusif bagi talenta muda berprestasi di tanah air.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, menegaskan bahwa pencapaian para peserta diraih melalui proses panjang yang melibatkan kegigihan, ketekunan, serta pengalaman menghadapi kegagalan.

"PBUB bukan sekadar jalur masuk perguruan tinggi. Jalur ini merupakan penghargaan terhadap proses perjuangan anak-anak muda Indonesia yang terus mengembangkan potensinya," kata Arie.

Manajemen kampus berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil seleksi ini dengan pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkesinambungan.

Direktur Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna, mengutarakan bahwa penilaian kualitas mahasiswa tidak lagi bertumpu pada pencapaian akademis semata, melainkan juga menyangkut aspek kepemimpinan, kerja sama, ketahanan mental, serta kepekaan sosial.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa memiliki ruang untuk terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” ujar Hempri.

Artikel terkait

Rekomendasi