UGM dan Pemprov Babel Perkuat Tata Kelola Industri Pertambangan

UGM dan Pemprov Babel Perkuat Tata Kelola Industri Pertambangan

Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam pengembangan industri mineral dan pertambangan pada Selasa, 12 Mei 2026. Kemitraan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam melalui pendekatan riset dan inovasi yang berkelanjutan.

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, menyampaikan bahwa hubungan antara institusinya dengan Bangka Belitung telah terjalin lama. Pihak universitas berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui penyediaan riset yang relevan dengan kebutuhan industri di lapangan.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen pemerintah daerah yang menjadikan universitas sebagai mitra dalam riset dan pengembangan," ujarnya Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Rektor Universitas Gadjah Mada.

Rektor UGM tersebut memandang bahwa kekayaan mineral di wilayah tersebut merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi akademisi. Hal ini menuntut adanya pengelolaan yang matang agar tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

"Terkait potensi mineral tambang di Bangka Belitung, hal tersebut merupakan peluang besar sekaligus tantangan yang perlu dikelola secara bijaksana," katanya Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Rektor Universitas Gadjah Mada.

Ova Emilia menegaskan bahwa fokus utama pengembangan tidak boleh berhenti pada eksploitasi semata. Dibutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pemeliharaan ekosistem demi masa depan masyarakat luas.

"Pengembangan industri dan pertambangan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kondisi alam dan keseimbangan ekosistem," jelasnya Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Rektor Universitas Gadjah Mada.

Sebagai pusat pendidikan tinggi, UGM memposisikan diri sebagai penyedia kajian ilmiah yang netral. Seluruh saran kebijakan yang diberikan kepada pemerintah daerah didasarkan pada data dan metodologi yang kuat.

"Setiap rekomendasi dan hasil kajian yang kami sampaikan diharapkan benar-benar berbasis ilmu pengetahuan dan dapat dipertanggungjawabkan," tuturnya Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Rektor Universitas Gadjah Mada.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Dr. (HC) Hidayat Arsani, mengakui daerahnya memiliki ketergantungan dan potensi besar pada sektor tambang. Ia memandang perlu adanya pendampingan ahli agar pengelolaan mineral memberikan dampak kesejahteraan yang lebih merata.

"Kami memerlukan dukungan dan pendampingan dari perguruan tinggi, khususnya Universitas Gadjah Mada, dalam membangun tata kelola pertambangan dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik," katanya Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini membawa transformasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal. Hidayat menekankan pentingnya profesionalisme dalam tata kelola industri agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

"Kehadiran ilmu pengetahuan harus mampu memperkuat kapasitas masyarakat lokal dan menghadirkan tata kelola yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan," tambahnya Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Artikel terkait

Rekomendasi