Sebanyak 502 calon mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti Tes Keterampilan jalur Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB) pada Jumat dan Sabtu, 22-23 Mei 2026, di Yogyakarta. Langkah ini diambil pihak kampus guna memverifikasi keahlian langsung para pendaftar pada 53 bidang dari rumpun olahraga, seni, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kuota gabungan untuk jalur PBUB dan Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM) dipatok sebesar 10 persen dari total daya tampung mahasiswa baru UGM tahun ini. Proses seleksi menyasar para pendaftar yang sebelumnya telah menyelesaikan pengiriman berkas administrasi pada 14 hingga 29 April 2026.
Data kepanitiaan yang dipaparkan Ahmad Yuana menunjukkan bahwa bidang bola basket menjadi cabang favorit dengan jumlah 67 peserta pada hari pertama di Leadership Hall MM UGM. Sebanyak 437 peserta lainnya tersebar di 51 bidang, termasuk cabang olahraga baru seperti hoki es, dansa, petanque, handball, dan ice skating yang diuji pada hari kedua. Lima besar peminat terbanyak berturut-turut dipimpin oleh bola basket, marching band dan paduan suara masing-masing 44 peserta, taekwondo 43 peserta, serta pencak silat 36 peserta.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, memberikan apresiasi langsung atas kegigihan para peserta yang bertanding di GOR Nusantara pada Sabtu, 23 Mei.
"Di balik setiap prestasi, ada proses panjang yang penuh kegigihan dan ketekunan," ujar Dr. Arie Sujito, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM.
Manajemen universitas berkomitmen untuk menata ulang sistem pengelolaan potensi agar bakat mahasiswa baru dapat terfasilitasi dengan baik selama menempuh masa perkuliahan.
"UGM terus memperbaiki sistem pembinaan kemahasiswaan agar lebih terarah dan berkelanjutan," kata Dr. Hempri Suyatna, Direktur Kemahasiswaan UGM.
Persyaratan minimum untuk rumpun seni dan olahraga mewajibkan kepemilikan prestasi tingkat provinsi yang dibuktikan melalui portofolio serta nilai rapor di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Cakupan prestasi meliputi kejuaraan nasional seperti POPDA, PON, O2SN, hingga kompetisi skala internasional.
"Untuk tingkat Nasional adalah juara satu sampai tiga, dan sementara untuk raihan prestasi pada tingkat internasional, dapat digunakan sertifikat juara satu hingga juara lima," kata Hempri Suyatna, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM.
Pengelola seleksi mengingatkan bahwa dokumen kejuaraan fisik tidak berdiri sendiri melainkan harus didukung oleh capaian akademik yang memadai.
"Harus disertai dengan nilai-nilai pengetahuan dalam rapor tersebut yang di atas atau lebih sama dengan kriteria ketuntasan minimal," tambah Hempri Suyatna, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM.
Setelah tahapan pengecekan berkas selesai dilakukan, panitia memanggil seluruh peserta ke area kampus untuk menguji kemampuan praktik mereka secara langsung.
"Jadi calon mahasiswa nanti akan diundang di UGM untuk melihat bagaimana kemampuan keterampilan yang dimiliki entah itu di bidang olahraga atau seni," pungkas Hempri Suyatna, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM.
Kriteria berbeda diterapkan bagi pendaftar PBUB IPTEK dan jalur PBUTM yang mensyaratkan posisi 25 persen siswa terbaik di kelas serta perolehan juara satu tingkat provinsi.
"Jadi syaratnya unggul dalam bidang akademik ditunjukkan dalam capaian nilai rapor," jelas Sigit Priyanta, Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM.
Fokus jalur PBUTM ditujukan untuk calon mahasiswa berprestasi dari kelompok keluarga prasejahtera dengan batasan penghasilan kotor orang tua maksimal Rp4 juta per bulan, jenjang pendidikan orang tua maksimal S1, serta berstatus pemilik KIP Kuliah.
"Jadi tidak cukup hanya ditunjukkan oleh raportnya yang baik tetapi juga punya prestasi di lomba yang minimal juara satu provinsi," ungkap Sigit Priyanta, Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM.
Ketentuan pembatasan ekonomi bagi pendaftar jalur PBUTM dirinci ke dalam tabel berikut:
| Kategori Persyaratan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Dokumen Pendukung | Memiliki KIP, KIP Kuliah, atau terdaftar dalam data sosial ekonomi nasional. |
| Pendapatan Orang Tua | Total penghasilan kotor ayah dan ibu maksimal Rp4.000.000 per bulan. |
| Pendidikan Orang Tua | Latar belakang pendidikan terakhir orang tua maksimal jenjang Sarjana (S1). |
Pelaksanaan rangkaian ujian keterampilan ini menjadi bagian dari mekanisme berkala UGM dalam menyaring input mahasiswa baru berpotensi melalui indikator penilaian yang terukur.