Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Dilansir dari Detikcom, momen ini menjadi waktu bagi umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Sistem penanggalan resmi belum dimiliki secara luas oleh umat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan awal pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Hal ini dijelaskan dalam buku Mengenal Hari-Hari Besar Islam karya Marfu'ah, S.Ag.
Masyarakat Arab saat itu sudah mengenal nama-nama bulan seperti Muharram, Safar, Rabiul Awal, dan seterusnya. Namun, mereka belum menetapkan sistem tahun yang baku.
Sebuah peristiwa biasanya dikenang berdasarkan kejadian besar yang terjadi pada tahun tersebut. Sebagai contoh, kelahiran Nabi Muhammad SAW dikenal terjadi pada Tahun Gajah, yaitu tahun ketika pasukan Abrahah menyerang Ka'bah dengan gajah.
Cara penanggalan seperti ini menimbulkan kesulitan ketika wilayah Islam semakin luas dan administrasi pemerintahan semakin berkembang. Kebutuhan akan sistem kalender yang teratur pun semakin mendesak pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA.
Dr. Muh. Rasywan Syarif dalam bukunya yang berjudul Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional menjelaskan latar belakang perumusan tersebut. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa gubernur Basrah, Abu Musa Al-Asy'ari RA, pernah mengirim surat kepada Umar bin Khattab.
Ia mengeluhkan banyaknya surat resmi dari pusat pemerintahan yang tidak mencantumkan tahun. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaan administrasi.
Karena itulah Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah. Pertemuan tersebut bertujuan menentukan sistem penanggalan resmi bagi umat Islam.
Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengajukan beberapa usulan mengenai peristiwa yang layak dijadikan awal perhitungan tahun Islam. Beberapa usulan yang muncul meliputi tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, tahun diangkatnya Nabi menjadi rasul, tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW, serta tahun hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.
Setelah melalui pembahasan panjang, para sahabat sepakat memilih peristiwa hijrah sebagai titik awal kalender Islam. Keputusan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa hijrah merupakan peristiwa penting yang menjadi tonggak kebangkitan umat Islam.
Dengan hijrah, kaum muslimin tidak lagi hanya menjadi komunitas kecil yang tertindas di Makkah. Mereka mulai membangun masyarakat Islam yang kuat dan mandiri di Madinah.
Muharram Dipilih Sebagai Awal Tahun
Para sahabat memiliki pertimbangan khusus dalam menetapkan Muharram sebagai bulan pertama kalender Islam. Alasan pertama, Muharram datang setelah musim haji.
Bulan Zulhijah merupakan bulan pelaksanaan ibadah haji. Setelah haji selesai, umat Islam seolah memulai lembaran baru kehidupan sehingga Muharram dianggap tepat sebagai awal tahun.
Alasan kedua berkaitan dengan awal tekad untuk hijrah. Meskipun hijrah Nabi SAW berlangsung pada bulan Rabiul Awal, persiapan dan tekad untuk berhijrah sebenarnya mulai muncul setelah Baiat Aqabah yang terjadi pada bulan Zulhijah.
Setelah musim haji berakhir, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk hijrah ke Madinah. Oleh karena itu, Muharram dianggap sebagai awal dari fase hijrah tersebut.
Alasan ketiga karena Muharram termasuk bulan haram. Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, yaitu Dzulqa'dah, Zulhijah, Muharram, dan Rajab.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36,
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ cuNDَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنfُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Hasil musyawarah para sahabat akhirnya menetapkan peristiwa hijrah Nabi SAW sebagai titik awal perhitungan tahun dan bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam. Keputusan ini diambil pada masa pemerintahan Umar bin Khattab RA sekitar tahun ke-17 Hijriah.
Sejiak saat itu umat Islam menggunakan kalender Hijriah untuk berbagai keperluan ibadah maupun administrasi pemerintahan.