Umat Islam di berbagai penjuru dunia bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Momen keagamaan ini ditandai dengan pelaksanaan sholat id berjamaah di lapangan terbuka serta penyembelihan hewan kurban sebagai simbol ketaatan.
Rangkaian ibadah sholat Idul Adha juga selalu diiringi dengan penyampaian khutbah yang memuat pesan takwa dan kepedulian sosial. Berdasarkan panduan dari NU Online yang dilansir detik.com, pelaksanaan khutbah Idul Adha berbeda dengan shalat Jumat karena baru ditunaikan setelah shalat dua rakaat selesai.
Meskipun hukum khutbah tersebut sunnah, tata cara dan rukunnya tetap sama persis dengan khutbah Jumat. Khatib disyaratkan berdiri jika mampu dan membagi khutbah menjadi dua sesi yang diselingi dengan duduk sebentar, serta mengawali khutbah pertama dengan takbir 9 kali dan khutbah kedua dengan takbir 7 kali.
Pelaksanaan khutbah ini dirancang sebagai syiar yang inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat. Rasulullah bahkan memerintahkan kaum perempuan, termasuk yang sedang haid, untuk hadir mendengarkan khutbah dan berdoa bersama meski posisi duduknya harus terpisah dari barisan sholat.
Materi khutbah umumnya mengangkat kisah keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang tertuang dalam Al-Qur'an Surah Ash-Shaffat ayat 102. Nilai-nilai spiritual dari kisah tersebut juga menjadi bahasan utama dalam kegiatan pengajian rutin bulanan Muslimah di Kabupaten Banyumas pada Selasa, 19 Mei 2026.
Ustadzah Nur Isnaini selaku narasumber menjelaskan bahwa Idul Adha mengandung keseimbangan antara hubungan vertikal kepada Allah dan hubungan horizontal berupa solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada fakir miskin. Kegiatan keagamaan ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi di lingkungan warga.