Umat Muslim Diingatkan Jaga Kelestarian Alam Lewat Khutbah Jumat

Umat Muslim Diingatkan Jaga Kelestarian Alam Lewat Khutbah Jumat

Tanggung jawab spiritual umat Muslim terhadap alam semesta menjadi pesan utama dalam mimbar-mimbar Jumat di tengah tantangan krisis iklim global saat ini.

Dikutip dari Cahaya, khutbah hari ini menegaskan bahwa memelihara lingkungan hidup bukan sekadar aksi aktivisme, melainkan bagian integral dari ketakwaan kepada Allah SWT.

Islam memandang alam semesta sebagai tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta yang wajib dijaga keseimbangannya, bukan sebagai objek untuk dieksploitasi tanpa batas.

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شريكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Umat diajak untuk terus meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan amanah sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi.

Allah menciptakan alam dalam kondisi yang seimbang dan sempurna, sebagaimana tercantum dalam firman-Nya pada Surah Al-Mulk ayat 3:

الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ

"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang...".

Manusia memiliki tugas utama untuk mempertahankan Mizan atau keseimbangan tersebut dari ancaman keserakahan yang dapat merusak harmoni alam.

Kerusakan di darat dan laut yang diakibatkan oleh tangan manusia telah diperingatkan Allah melalui Surah Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبِرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)".

Segala bentuk perusakan lingkungan hidup dilarang keras dalam Islam, terutama setelah Allah memperbaikinya, seperti ditegaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 56:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya...".

Rasulullah SAW juga memberikan teladan bahwa menanam pohon merupakan bentuk sedekah dan amal jariyah bagi seorang muslim.

"Tak seorang pun muslim yang menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan lainnya, kecuali akan menjadi sedekah baginya" (HR. Al-Bukhari).

Sebaliknya, tindakan menebang pohon tanpa alasan yang benar mendapatkan peringatan keras dalam hadis riwayat Ahmad:

"Barangsiapa yang menebang pohon sidrah (pohon rindang tempat berteduh), maka Allah akan mengarahkan kepalanya ke neraka".

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ.

Komitmen Etika Lingkungan dalam Khutbah Kedua

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Umat Islam didorong untuk menerapkan etika lingkungan dalam keseharian, mulai dari menghemat air wudhu hingga menghindari perilaku boros.

Kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup di bumi menjadi kunci untuk mendapatkan kasih sayang dari Allah SWT.

"Sayangilah setiap makhluk di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh Dzat yang di langit" (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Masjid diharapkan dapat bertransformasi menjadi Eco-Masjid yang menjadi pusat gerakan ramah lingkungan untuk menjaga air, energi, dan tanah.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَحْفَظُ هَذِهِ الْأَرْضَ وَلَا يُفْسِدُ فِيهَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Artikel terkait

Rekomendasi