Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi menerima sebanyak 8.292 peserta dari total 67.952 pendaftar melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 pada Senin, 25 Mei 2026. Jumlah tersebut menjadikan Unesa sebagai perguruan tinggi dengan daya tampung terbesar di antara tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya yang mengumumkan hasil kelulusan pada hari yang sama.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi memaparkan rincian sebaran kelompok penerima bantuan biaya pendidikan di lingkungan kampus. Dari total pelamar yang lolos, Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Sukarmin menjelaskan data bahwa terdapat 5.185 orang masuk lewat jalur reguler dan 3.107 orang merupakan pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
"Data tersebut menunjukkan sekitar 37 persen mahasiswa yang lolos SNBT Unesa tahun ini berasal dari kelompok penerima bantuan pendidikan," ujar Sukarmin, Kepala Subdirektorat Admisi Unesa.
Pihak kampus juga memperluas akses pendidikan inklusif dengan memfasilitasi kelompok disabilitas. Hasil seleksi menunjukkan dua calon mahasiswa tunanetra berhasil diterima pada Program Studi S-1 Ilmu Politik dan S-1 Pendidikan Luar Biasa.
"Kehadiran mahasiswa disabilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif," tambah Sukarmin, Kepala Subdirektorat Admisi Unesa.
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi di Unesa diwajibkan melakukan proses daftar ulang secara daring. Agenda registrasi ini dijadwalkan berlangsung mulai 27 Mei hingga 9 Juni 2026.
"Selamat kepada peserta yang lolos SNBT Unesa. Peserta yang belum lolos SNBT, tetap semangat terus berjuang merebut kampus para juara," ujar Sukarmin, Kepala Subdirektorat Admisi Unesa.
Pada pengumuman yang sama, Universitas Airlangga (Unair) meloloskan 2.771 mahasiswa baru dari total 69.620 pendaftar. Rektor Universitas Airlangga, Muhammad Madyan merinci jumlah tersebut terdiri atas 2.067 orang di program sarjana dan 704 orang pada program vokasi dengan rasio persaingan rata-rata 1 banding 25.
"Presentase keketatan A/B dan rasio SNBT 2026 adalah 4% and 1:25. Jika kita rata-ratakan satu orang pendaftar harus menyisihkan 25 orang lainnya untuk bisa menjadi mahasiswa Universitas Airlangga," ungkap Muhammad Madyan, Rektor Universitas Airlangga.
Lonjakan peminat yang signifikan terjadi pada rumpun pendidikan vokasional di Unair yang menyentuh angka 36.567 orang. Tingginya angka ini dinilai karena masyarakat mulai mempercayai kesiapan kerja lulusan diploma.
"Saya rasa ini cukup bagus ya bahwa masyarakat sekarang ini sudah memilih [program studi] vokasi atau mempercayai vokasi di Universitas Airlangga. Sehingga mungkin bisa juga disebabkan oleh masyarakat saat ini berpikir, masalah nanti setelah lulus misalnya, apakah mereka tentunya mereka menginginkan juga pekerjaan 'kan," beber Muhammad Madyan, Rektor Universitas Airlangga.
Pada jenjang sarjana, Program Studi Kedokteran menjadi prodi paling kompetitif di Unair. Pendaftar prodi ini mencapai 2.893 orang dengan daya tampung yang disediakan hanya sebanyak 90 kursi.
"Keketatannya adalah 3,11%. Artinya kalau misalnya ada 100 mahasiswa yang mendaftar, maka yang diterima adalah sebesar tiga orang," tutur Muhammad Madyan, Rektor Universitas Airlangga.
Persaingan ketat juga terjadi pada jenjang vokasi, khususnya Program Kedokteran dan Keperawatan D3. Program tersebut hanya meloloskan 60 orang mahasiswa baru dari total 5.216 pelamar.
"Keketatannya adalah 1,15%. Itu luar biasa ya. Ada 100 orang yang ingin mendapatkan, yang diterima paling banyak hanya satu orang. Jadi sangat ketat sekali," imbuh Muhammad Madyan, Rektor Universitas Airlangga.
Bagi para pendaftar yang belum berhasil lolos lewat jalur tes, pihak Unair mengimbau untuk memanfaatkan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang masih tersedia.
"Saya ucapkan selamat kepada 2.771 mahasiswa baru. Kalian adalah orang-orang terpilih yang menjadi Ksatria Airlangga lewat jalur SNBT. Nah, bagi yang belum beruntung diterima pada jalur SNNT kali ini, masih ada peluang-peluang untuk bisa memasuki Universitas Airlangga sebagai mahasiswa, terdapat jalur mandiri yang masih dibuka," pungkas Muhammad Madyan, Rektor Universitas Airlangga.
Dilansir dari media detik.com dan jatim.idntimes.com, Unair juga mencatatkan angka kelulusan tertinggi untuk nilai UTBK. Nilai tertinggi rumpun Saintek diraih di Prodi Kedokteran sebesar 730,45, sedangkan rumpun Soshum berada di Prodi Akuntansi dengan nilai 684,33.
"Presentase keketatan A/B dan rasio SNBT 2026 adalah 4,00 persen dan 1:25," kata Prof M Madyan, Rektor Unair.
Pihak Unair turut mengonfirmasi kuota penerimaan bagi mahasiswa pemegang bantuan pendidikan. Sebanyak 470 peserta pemegang KIP Kuliah dinyatakan lolos di Unair pada seleksi tahun ini.
"Keketatan prodi kedokteran mencapai 1,15 persen," ujar Prof M Madyan, Rektor Unair.
Tingginya minat publik terhadap program vokasi dipengaruhi oleh penerapan kurikulum terapan. Model pendidikan ini dinilai memberikan orientasi kesiapan kerja yang matang bagi para lulusannya.
"Presentase keketatan A/B dan rasio SNBT 2026 adalah 4,00 persen dan 1:25," ungkap Prof M Madyan, Rektor Unair.
Tingkat kompetisi yang tinggi pada prodi sarjana kedokteran kembali menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan seleksi kali ini.
"Saya rasa ini cukup bagus ya bahwa masyarakat sekarang ini sudah memilih vokasi atau mempercayai vokasi di Universitas Airlangga. Sehingga mungkin bisa juga disebabkan oleh para masyarakat saat ini juga berpikir masalah nanti dia setelah lulus misalnya mereka tentunya menginginkan juga pekerjaan kan," kata Prof M Madyan, Rektor Unair.
Selain program sarjana, program diploma tiga keperawatan kembali terbukti menjadi pilihan vokasi yang paling diminati oleh masyarakat.
"Keketatan prodi kedokteran mencapai 3,11 persen," terang Prof M Madyan, Rektor Unair.
Hingga saat ini, persaingan ketat pada rumpun ilmu kesehatan Unair terus menunjukkan konsistensi data dari tahun ke tahun.
"Keketatan prodi kedokteran mencapai 1,15 persen," kata Prof M Madyan, Rektor Unair.
Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengumumkan kelulusan bagi 2.468 orang calon mahasiswa baru dari total pendaftar sebesar 32.254 peserta. Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Nani Kurniati menjabarkan angka keketatan rata-rata di ITS berada pada 7,42 persen.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.092 peminatan memilih prodi di ITS. Sedangkan ITS tahun ini menyediakan kuota sebanyak 2.468 kursi untuk calon maba di jalur tersebut. Dari total pendaftar tersebut, tingkat keketatan rata-rata di ITS sebesar 7,42 persen," kata Nani Kurniati, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS.
Bagi peserta yang lolos di ITS, diimbau untuk memperhatikan jadwal pengisian data ulang pada 2-10 Juni 2026 serta pembayaran UKT pada 3-15 Juni 2026.
"Kegiatan awal mahasiswa baru dijadwalkan dimulai pada 6 Juli 2026 dan perkuliahan perdana akan dimulai pada 31 Agustus 2026 mendatang," pungkas Nani Kurniati, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS.
Berikut adalah rincian tingkat persaingan program studi berdasarkan data pengumuman resmi tersebut.
| No | Prodi | Keketatan |
|---|---|---|
| 1 | S-1 Keperawatan | 1.49% |
| 2 | S-1 Fisioterapi | 1.54% |
| 3 | S-1 Kedokteran Gigi | 1.82% |
| 4 | S-1 Kedokteran | 2.5% |
| 5 | S-1 Teknik Pertambangan | 2.77% |
| 6 | S-1 Kebidanan | 3.76% |