Universitas Hasanuddin (Unhas) menetapkan kebijakan untuk tidak menaikkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa baru tahun 2026 guna merespons kondisi ekonomi masyarakat. Pengumuman ini disampaikan Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, pada Rabu (22/4/2026) di Makassar, sebagaimana dilansir dari Edukasi.
Besaran biaya pendidikan bagi mahasiswa angkatan 2026 dipastikan akan tetap sama dengan periode tahun sebelumnya. Pihak universitas berkomitmen mencari sumber pendanaan alternatif melalui unit usaha kampus untuk menutupi selisih Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang tidak dibebankan kepada mahasiswa.
"Kami merespon kondisi sosial ekonomi masyarakat yang saat ini masih struggling. Kami tidak akan menaikkan UKT, walaupun BKT (Biaya Kuliah Tunggal) harus kami kompensasi dari sumber lain," kata Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH), Unhas fokus mengoptimalkan pendapatan melalui Badan Usaha Milik Unhas serta membuka peluang donasi dana abadi dari masyarakat mampu. Langkah ini diambil untuk menjamin keberlangsungan studi seluruh mahasiswa tanpa terkendala masalah finansial.
"Jadi saya tegaskan tidak ada istilah mahasiswa berhenti kuliah karena tidak ada biaya. Kita akan lakukan apapun agar tidak hal itu terjadi," ucap Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.
Selain kebijakan biaya, Unhas juga memperketat pengamanan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang dimulai serentak pada Selasa (21/4/2026). Pengawasan berlapis dan keterlibatan aparat keamanan dikerahkan untuk menjaga integritas proses seleksi jalur SNBT tersebut.
"Di sinilah calon pemimpin bangsa disaring. Kami ingin memastikan seluruh peserta mengikuti ujian dengan baik, nyaman, dan terlindungi dari berbagai potensi gangguan maupun kecurangan," ujar Prof. Jamaluddin Jompa, Rektor Unhas.
Pihak kampus menegaskan bahwa setiap peserta UTBK harus mendapatkan kesempatan yang adil dan lingkungan ujian yang bebas dari intervensi. Upaya proteksi ini dilakukan demi menjaring bibit unggul generasi muda secara objektif.