Universitas Kristen Maranatha melantik 571 lulusan dalam upacara Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A. pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara pelepasan mahasiswa program Sarjana dan Magister ini dilansir dari Medcom.
Sebanyak 36 wisudawan di antaranya berhasil menyelesaikan studi dengan nilai indeks prestasi kumulatif sempurna sebesar 4.00. Selain itu, terdapat 249 orang lulusan yang sukses menyandang predikat lulus Dengan Pujian atau Cum Laude.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Lukman, mengharapkan agar seluruh alumni baru tersebut mampu menjadi lulusan yang memiliki daya saing tinggi. Lembaga mencatat UK Maranatha masuk dalam 19 perguruan tinggi terakreditasi Unggul dari total 415 kampus di wilayahnya.
“Saya yakin, kalian dihasilkan dari perguruan tinggi yang Unggul, sehingga memiliki daya saing yang selangkah lebih maju,” ujar Lukman, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Lukman menambahkan agar para wisudawan dapat menerapkan konsep JAGO, yang merupakan akronim dari jejaring, adaptif, gesit atau agile, orisinal, serta autentik. Pihak yayasan turut memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan beserta orang tua mereka.
Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, Orias Petrus Moedak, mengingatkan pentingnya peran alumni untuk menjadi berkat bagi sesama. Ia meminta agar keluarga terus memberikan dukungan moral spiritual setelah masa perkuliahan usai.
“Bagi orang tua, sahabat, dan kerabat, terus doakan anak-anak kita, karena ini baru hari pertama mereka masuk dalam dunia sebagai wisudawan dan wisudawati, lulus dari UK Maranatha,” ucap Orias Petrus Moedak, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha.
Perwakilan wisudawan dari Fakultas Kedokteran Gigi, Jasmine Noor Fitriani Gumilar, menyampaikan rasa terima kasih kepada institusi tempatnya belajar. Pengalaman selama studi dinilai telah membentuk karakter para mahasiswa.
“Terima kasih karena tidak hanya mendidik kami menjadi pribadi yang berilmu, tetapi juga menjadi pribadi yang kuat dalam proses kehidupan,” ucap Jasmine Noor Fitriani Gumilar, Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi.
Jasmine mengutarakan bahwa masa perkuliahan di Maranatha bukan sekadar ajang berburu gelar akademik. Menurutnya, dinamika kampus mendidik mereka untuk bertransformasi menjadi individu yang matang.
“Kami belajar menghadapi tekanan, bertanggung jawab atas pilihan, menghargai proses, dan bangkit setiap kali keadaan tidak sesuai harapan,” ujar Jasmine Noor Fitriani Gumilar, Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi.
Kisah perjuangan menyelesaikan studi juga dirasakan oleh Natalia Sumantri, wisudawan terbaik dari Fakultas Psikologi yang sempat diliputi keraguan karena tidak memiliki latar belakang ilmu psikologi saat mendaftar program magister. Berkat bimbingan dosen, ia berhasil meraih IPK 4,00 dan predikat Cum Laude pada Program Magister Psikologi Sains.
“Menariknya, saya dibimbing oleh banyak dosen yang sepenuh hati dan juga banyak ilmu. Saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan, dan dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang profesi,” ujar Natalia Sumantri, Wisudawan Terbaik Fakultas Psikologi.
Natalia bersyukur kelancaran studinya tetap terjaga di tengah tanggung jawabnya yang sudah berkeluarga. Pengalaman adaptasi mahasiswa tersebut selaras dengan pandangan yang dikemukakan oleh pimpinan universitas.
Rektor Universitas Kristen Maranatha, Frans Umbu Datta, menyatakan bahwa lingkungan kampus yang suportif berhasil membimbing mahasiswa melewati ketidakpastian menuju gerbang keberhasilan.
“Many of you arrived on this campus uncertain. Uncertain about your future, your path, even about yourselves. But along the way, something happened. You found mentors who believed in you. You found friends who walked with you. You found a place that felt like home,” ujar Frans Umbu Datta, Rektor Universitas Kristen Maranatha.