Universitas Mercu Buana Perluas Akses Pendidikan Internasional Lewat Program IUP

Universitas Mercu Buana Perluas Akses Pendidikan Internasional Lewat Program IUP

Akses pendidikan internasional bagi mahasiswa terus diperluas oleh Universitas Mercu Buana melalui International Undergraduate Program. Seperti diberitakan oleh Medcom, program yang sudah berjalan sejak 2015 ini disiapkan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman akademik global.

Melalui skema tersebut, mahasiswa mendapatkan fasilitas perkuliahan berbahasa Inggris, pertukaran pelajar, hingga program gelar bersama dengan kampus luar negeri. International Undergraduate Program dikembangkan guna menjawab kebutuhan kompetensi global di dunia kerja.

Rektor Andi Adriansyah mengatakan IUP menjadi bagian dari strategi universitas dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

"IUP menjadi wujud komitmen kami untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik internasional, pengalaman lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja global," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.

Proses pembelajaran dalam program ini menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa diwajibkan mengikuti program internasional minimal satu kali selama masa studi.

Fasilitas kelas internasional ini tersedia untuk Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Informatika. Demi menjaga efektivitas pembelajaran, kapasitas setiap kelas dibatasi berkisar 15 hingga 20 mahasiswa saja.

Jejaring internasional dijalin Universitas Mercu Buana dengan beberapa perguruan tinggi luar negeri untuk mendukung program pertukaran pelajar. Mitra kampus tersebut meliputi Beijing Institute of Technology, Zhejiang Business Technology Institute, Universiti Malaya, Universiti Sains Malaysia, dan Kyungdong University.

Kerja sama joint degree juga dilaksanakan bersama Financial University under the Government of the Russian Federation. Lewat jalur ini, mahasiswa berkesempatan meraih pengakuan akademik internasional sekaligus gelar sarjana dari Universitas Mercu Buana.

"Kami ingin memastikan mahasiswa Mercu Buana memiliki akses terhadap ekosistem akademik global sekaligus jejaring internasional yang relevan dengan kebutuhan masa depan," kata Andi.

Lingkungan belajar lintas budaya di kampus ini diperkuat oleh kehadiran mahasiswa asing dari berbagai negara. Peserta program tercatat berasal dari Rusia, Pakistan, Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Filipina, hingga Jepang.

Artikel terkait

Rekomendasi