Akses pelayanan kesehatan yang responsif kini hadir di lingkungan Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kampus ini resmi mengoperasikan armada ambulans multifungsi dengan fasilitas medis lengkap untuk menangani situasi darurat.
Kendaraan operasional ini merupakan realisasi program corporate social responsibility (CSR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Penyerahan bantuan medis tersebut telah dilaksanakan pada 19 Juni 2024, seperti dilansir dari Suara.Ambulans yang dibangun di atas basis armada HiAce Premio ini dirancang memiliki ruang kabin yang jauh lebih lapang. Ukuran areanya diklaim mencapai 1,5 kali lipat dibandingkan dengan armada pengangkut pasien pada umumnya.
Kelebihan ruang yang luas ini memberikan fleksibilitas lebih bagi kru medis dalam melakukan tindakan darurat sepanjang perjalanan. Di dalam kabin tersedia fasilitas seperti ranjang pasien, kursi dokter, lemari obat, wastafel, hingga tabung oksigen.
"Ambulans Sanata Dharma itu menggunakan sistem two in one. Basic ambulans transport, bisa digunakan untuk jenazah dan pasien saat meminta penangan lebih, bisa diaplikasikan alat kesehatan di situ walau tidak semua," kata Marketing Adikarta Seraya Armada, Arviq Nurandhika Prima, selaku pihak karoseri pembuat ambulans.
"Ada pengaturan tenda. Dilengkapi tandu jika ada kecelaakan di jalan untuk memindahkan atau membawa pasien yang tidak bisa bergerak," imbuhnya.
Kondisi pencahayaan internal yang dirancang khusus bahkan memungkinkan dilakukannya tindakan bedah skala kecil di dalam mobil sebelum sampai ke rumah sakit rujukan.
"Alat kesehatan, oksigen stand by digunakan. Kemudian, satu stretcher, tandu, ada set lampu operasi. Operasi ringan bisa dilakukan, sebelum sampai rumah sakit karena pencahayaan cukup untuk operasi ringan," ungkap Arviq.
"Juga dilengkapi satu kursi dokter di depan itu lebih memungkinkan penanganan di tempat. Karena settingan-nya sebagian alat di IGD itu bisa masuk di situ," lanjutnya.
"Sebagian ya bukan some, karena ada almari besar di sebelah kanan, ada wastabel untuk membesihan sarung tangan lateks. Itu kan butuh air mengalir untuk pembersihan," tuturnya menambahkan.
Sistem Siaga Penuh di Area Kampus
Rektor Universitas Sanata Dharma, Romo Albertus Bagus Laksana, mengonfirmasi bahwa kehadiran armada premium ini memberikan dampak efisiensi yang masif bagi penanganan kesehatan seluruh sivitas akademika.
"Ambulans ini sejak Juni 2024. Mobilnya bagus, HiAce Premio. Saya ingat waktu peresmian, berpose, dan masuk mobilnya. Itu ambulans yang sangat canggih. Mungkin bisa digunakan donor darah dan segala macam, selain mengangkut pasien atau yang sakit," ujar Romo Albertus Bagus.
"Secara umum sangat berguna. Kalau dosen, tenaga pendidik, atau keluarganya yang sakit, juga warga kampus, termasuk mahasiswa, bisa digunakan," lanjutnyanya.
Kehadiran unit ini memotong birokrasi penanganan darurat yang sebelumnya harus bergantung pada pengiriman armada dari rumah sakit luar.
"Sebelumnya kerja sama dengan rumah sakit. Kalau ada keperluan, maka rumah sakit akan mengirim. Sekarang ambulans kami selalu terparkir di bawah, stand by," ungkap Romo Albertus Bagus.
"Harapannya, ke depan supaya bisa terus menjadi pelayanan Sanata Dharma bagi orang yang membutuhkan. Orang yang membutuhkan, dibantu itu sangat berarti," lanjutnya.
"Kami berdoa tidak banyak yang menggunakan, karena tidak mengharapkan orang sakit atau meninggal. Tapi kalau ada kebutuhan akan kami layani dengan prima," imbuh pria yang menjadi pimpinan Romo Serikat Jesuit se-Indonesia dan Asia Pasifik itu.
Respons Positif dari Dosen dan Mahasiswa
Langkah penyediaan armada kesehatan mandiri ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengajar maupun mahasiswa yang aktif di area kampus.
Dosen Prodi Manajemen Universitas Sanata Dharma, Devi Famasita, menyatakan bahwa keberadaan fasilitas ini memangkas waktu tunggu secara signifikan saat terjadi insiden medis.
“Adanya ambulans di kampus kami itu sangat membantu, sangat-sangat membantu meringankan ketika nanti ada keadaan darurat baik itu untuk mahasiswa, dosen, maupun tenaga pendidik,” ujar Devi.
“Itu bisa langsung akses ke rumah sakit, bisa langsung cepat tanggapannya, tidak perlu nunggu lama, harus telepon dulu nanti nunggu baru bisa kirim ambulans ke kampus. Ini lebih cepat. Fasilitasnya juga oke, luar biasa membantu,” imbuh wanita tersebut.
Manfaat perlindungan ini juga dirasakan oleh Lea, salah satu mahasiswa Prodi PGSD Universitas Sanata Dharma, yang menilai armada ini memberikan rasa aman.
“Iya pastinya senang ya. Pertama mampu memberikan penanganan darurat secara tepat. Jadi, keberadaan ambulans di lingkungan kampus itu sangat membantu mahasiswa memperoleh pertolongan medis secara cepat,” kata Lea.
“Bisa mempermudah akses ke fasilitas kesehatan, yang mana ambulans di kampus membantu transportasi mahasiswa ke rumah sakit atau pusat pelayanan. Juga mengurangi risiko penanganan yang terlambat,” lanjut mahasiswa tersebut.