Uskup Soroti Pentingnya Karunia Roh Kudus Menjelang Pentakosta

Uskup Soroti Pentingnya Karunia Roh Kudus Menjelang Pentakosta

Uskup menyampaikan pesan mendalam mengenai relevansi tujuh karunia Roh Kudus bagi kehidupan umat beriman di tengah persiapan menyongsong Hari Raya Kenaikan Tuhan dan Pentakosta dalam kolom yang dipublikasikan pada 12 Mei 2026.

Pesan tersebut menyoroti bagaimana karunia-karunia yang diterima melalui Sakramen Krisma harus diaktifkan untuk menghadapi berbagai pencobaan hidup dan mendorong pertumbuhan Gereja melalui karya amal dan kekudusan. Uskup menjelaskan bahwa doa setelah Komuni dalam Misa Krisma menjadi pengingat penting bagi seluruh jemaat.

"Accompany with your Blessing from this day forward O Lord those who have been anointed with the Holy Spirit and nourished by the Sacrament of your Son. So that, with all trials overcome, they may gladden your Church by their holiness and, by their works and their charity foster her growth in the world. Through Christ, Our Lord. Amen." kata Uskup.

Uskup menegaskan bahwa perayaan Sakramen Krisma merupakan momen berkat bagi semua yang hadir, baik mereka yang baru saja dikonfirmasi maupun yang sudah menerimanya bertahun-tahun silam. Beliau meminta umat untuk bersabar terkait pemindahan perayaan Kenaikan Tuhan dari hari Kamis ke hari Minggu.

"…those who have been anointed with the Holy Spirit and nourished by the Sacrament of you Son…" ujar Uskup.

Beliau mengajak umat untuk melihat sisi positif dan keindahan dari perayaan tersebut tanpa mempersoalkan perubahan harinya. Kesabaran dan pemahaman dianggap sebagai bagian dari buah Roh Kudus yang perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

"… with all trials overcome, they (we – you and I) may gladden your Church by their holiness and, by their works and their charity foster her growth in the world…" ucap Uskup.

Dalam menjalankan tugasnya, Uskup kerap menyebutkan tujuh karunia Roh Kudus yang meliputi Kebijaksanaan, Pengertian, Pengetahuan, Keberanian, Nasihat, Kesalehan, dan Takut akan Tuhan. Beliau merujuk pada artikel dari situs Catholic Answers yang menjelaskan bahwa sifat-sifat heroik ini hanya dimiliki sepenuhnya oleh Yesus Kristus namun dibagikan kepada anggota Gereja.

"What are the Seven Gifts of the Holy Spirit, and why do they matter?" kutip Uskup dari subjudul artikel Catholic Answers.

Tulisan tersebut memaparkan bahwa karunia-karunia tersebut ditanamkan ke dalam setiap orang Kristen sebagai anugerah tetap saat baptisan, dipupuk melalui praktik kebajikan, dan dimeteraikan dalam sakramen krisma. Karunia ini berfungsi membuat penerimanya peka terhadap bimbingan Roh Kudus.

"These are heroic character traits that Jesus Christ alone possesses in their plenitude but that he freely shares with the members of his mystical body (i.e., his Church). These traits are infused into every Christian as a permanent endowment at his baptism, nurtured by the practice of the seven virtues, and sealed in the sacrament of confirmation. They are also known as the sanctifying gifts of the Spirit, because they serve the purpose of rendering their recipients docile to the promptings of the Holy Spirit in their lives, helping them to grow in holiness and making them fit for heaven…" tulis artikel yang dikutip Uskup.

Selain referensi tulisan, Uskup juga merekomendasikan materi edukasi dari Pastor Mike Schmitz melalui podcast Catechism in a Year di YouTube. Materi tersebut merangkum karunia dan buah Roh Kudus dalam durasi 19 menit untuk membantu meditasi umat.

Uskup menyarankan agar umat meninjau daftar 12 kebajikan atau ciri karakter yang menjadi buah Roh Kudus untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai tersebut dibutuhkan dalam budaya dunia saat ini. Umat diajak merenungkan satu atau dua poin setiap hari menuju perayaan Pentakosta.

Artikel terkait

Rekomendasi