Sebanyak 871.496 peserta tercatat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 untuk memperebutkan kursi di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia pada Kamis, 28 Mei 2026.
Tingginya angka pendaftar ini memicu persaingan ketat yang kini tidak hanya berpusat pada universitas, melainkan juga merambah ke institusi politeknik, seperti dilansir dari Medcom.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengapresiasi besarnya minat para calon mahasiswa tersebut dalam mengakses pendidikan tinggi.
“SNBT ini adalah gerbang harapan jutaan anak muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik. Semakin banyak anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, maka semakin besar pula peluang bangsa kita untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Berdasarkan data sebaran geografis, sepuluh perguruan tinggi akademik yang paling diminati seluruhnya berada di wilayah Pulau Jawa karena faktor kepadatan penduduk yang memengaruhi jumlah lulusan sekolah menengah.
Sementara itu, distribusi peminat pada kategori vokasi terlihat lebih merata dengan masuknya beberapa politeknik dari luar Pulau Jawa ke dalam jajaran sepuluh besar terfavorit.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, memberikan tanggapan mengenai pelaksanaan seleksi dengan jumlah pendaftar yang besar tersebut.
“Animo yang besar ini telah dijawab oleh panitia SNPMB melalui sistem seleksi yang semakin baik, semakin akuntabel, dan juga semakin berkeadilan,” ujar Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB.
Dari total peserta ujian, kuota kelulusan yang berhasil dipenuhi adalah sebesar 256.369 orang, yang setara dengan tingkat kelulusan 29,42 persen dari daya tampung keseluruhan.
Pihak panitia mengonfirmasi bahwa daya tampung total yang disediakan berjumlah 286.864 kursi, namun pengisian bangku tersebut baru mencapai 89,37 persen.
Sisa kuota yang tidak terpenuhi akibat penyesuaian fasilitas kampus tersebut nantinya akan dialihkan ke jalur seleksi mandiri oleh masing-masing perguruan tinggi.
| Peringkat | Nama Perguruan Tinggi | Jumlah Peminat |
|---|---|---|
| 1 | Universitas Indonesia (UI) | 100.253 Peminat |
| 2 | Universitas Sebelas Maret (UNS) | 91.611 Peminat |
| 3 | Universitas Gadjah Mada (UGM) | 84.637 Peminat |
| 4 | Universitas Diponegoro (Undip) | 83.373 Peminat |
| 5 | Universitas Brawijaya (UB) | 82.613 Peminat |
| 6 | Universitas Padjadjaran (Unpad) | 80.541 Peminat |
| 7 | Universitas Airlangga (Unair) | 69.260 Peminat |
| 8 | Universitas Negeri Surabaya (Unesa) | 67.952 Peminat |
| 9 | Institut Pertanian Bogor (IPB) | 66.401 Peminat |
| 10 | Universitas Negeri Jakarta (UNJ) | 63.003 Peminat |
| Peringkat | Nama Politeknik | Jumlah Peminat |
|---|---|---|
| 1 | Politeknik Negeri Bandung (Polban) | 48.483 Peminat |
| 2 | Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) | 35.093 Peminat |
| 3 | Politeknik Negeri Malang (Polinema) | 28.411 Peminat |
| 4 | Politeknik Negeri Semarang (Polines) | 24.913 Peminat |
| 5 | Politeknik Negeri Medan (Polmed) | 23.564 Peminat |
| 6 | Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) | 23.097 Peminat |
| 7 | Politeknik Negeri Padang (PNP) | 18.105 Peminat |
| 8 | Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) | 15.336 Peminat |
| 9 | Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) | 12.589 Peminat |
| 10 | Politeknik Negeri Batam (Polibatam) | 10.399 Peminat |
Bagi hampir 70 persen peserta yang belum berhasil lulus, Panitia SNPMB mengarahkan untuk memanfaatkan sisa peluang melalui ujian mandiri maupun pendaftaran ke perguruan tinggi swasta.