Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menepis spekulasi mengenai persaingan suksesi kepemimpinan Partai Republik untuk tahun 2028 dengan Sekretaris Negara Marco Rubio pada Rabu, 13 Mei 2026. Bantahan ini muncul setelah Presiden Donald Trump secara terbuka melakukan jajak pendapat kepada para pendukungnya mengenai siapa yang lebih layak menjadi penerusnya.
Spekulasi ini menguat ketika Trump bertanya kepada audiens di Rose Garden pada Senin lalu untuk memilih antara Vance atau Rubio sebagai pemimpin tiket kepresidenan mendatang. Meski hasil tepuk tangan menunjukkan dukungan sedikit lebih besar bagi Vance, Trump justru menyebut keduanya sebagai tim impian dan tiket yang sempurna bagi partai.
Vance merespons situasi tersebut dengan nada humor saat berbicara di Gedung EEOB Washington ketika ditanya mengenai tindakan Trump yang terkesan mengadu dirinya dengan Rubio.
"Yah, saya rasa tidak terdengar seperti Presiden Amerika Serikat jika mengadakan kompetisi televisi untuk menentukan siapa yang akan menggantikannya sebagai 'magang'," ujar JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat sebagaimana dilaporkan CNN.
Politisi berusia 41 tahun itu kemudian memberikan penegasan lebih lanjut mengenai fokus kinerjanya saat ini di pemerintahan dibandingkan memikirkan ambisi politik masa depan.
"Saya mencintai Marco. Saya pikir dia adalah sekretaris negara yang hebat. Dia telah menjadi teman yang sangat, sangat dekat, tetapi saya pikir kami berdua sangat fokus untuk menyelesaikan urusan rakyat Amerika saat ini," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Meskipun Vance mencoba meredam isu persaingan, Trump terus memicu ketertarikan publik terhadap topik tersebut melalui berbagai komentar di forum privat maupun publik. Vance mengakui bahwa ketertarikan Trump pada dunia politik adalah hal yang wajar dan sering kali menjadi bahan gurauan presiden.
"Tetapi tidak, dengarlah, saya rasa presiden, dia selalu terpesona oleh politik. Jika Anda berbicara dengannya, dia terpesona oleh politik 30 tahun sebelum dia mencalonkan diri sebagai presiden. Jadi saya pikir wajar baginya untuk sedikit bercanda dengan kami. Untuk bermain-main dengan ide tersebut, tetapi saya dapat memberi tahu Anda, presiden sangat fokus seperti halnya kami untuk memastikan kami melakukan pekerjaan yang baik sekarang untuk rakyat Amerika," jelas JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Dalam kesempatan tersebut, Vance juga sempat berkelakar mengenai kondisi Gedung Putih yang terasa sepi karena Trump dan Rubio sedang melakukan kunjungan diplomatik ke Beijing, Tiongkok.
"Presiden baru saja mendarat di Tiongkok beberapa jam yang lalu," tutur JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa protokol Dinas Rahasia mengharuskannya tetap berada di dalam negeri ketika presiden berada di luar negeri, yang membuatnya merasa seperti karakter dalam film populer.
"Jadi pada hari-hari seperti hari ini, saya terkadang merasa seperti Macaulay Culkin di 'Home Alone'. Saya berjalan ke Gedung Putih dan suasananya sangat sunyi dan tidak ada orang di sana, dan butuh waktu sejenak bagi saya untuk menyadari apa yang sebenarnya sedang terjadi," ungkap JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Vance juga menggunakan momen konferensi pers bersama administrator CMS, Dr. Mehmet Oz, untuk membela kebijakan anti-penipuan dalam program kesehatan federal dari kritik bermuatan politis.
"Jika Anda memiliki gubernur yang korup, mereka tidak akan bekerja sama dengan kami, dan kami harus menggunakan alat lain untuk memastikan mereka melakukannya," tegas JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Ia meyakini banyak gubernur dari kedua partai memahami keseriusan masalah penipuan tersebut.
"Tetapi saya pikir ada banyak gubernur, Demokrat dan Republik, yang menyadari bahwa ini adalah masalah yang sangat serius," pungkas JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.
Kunjungan Vance ke Maine pada hari Kamis juga diwarnai dengan kritik terhadap Gubernur Janet Mills terkait kerja sama penanggulangan penipuan. Mills segera menanggapi pernyataan tersebut melalui pernyataan resmi kepada media.
"Saya selalu menindak tegas penipuan – seringkali dengan bekerja sama tangan demi tangan dengan pemerintah Federal," cetus Janet Mills, Gubernur Maine dilansir dari CNN.
Selain isu domestik, Vance turut menanggapi kritik mengenai pernyataan Trump terkait situasi keuangan warga Amerika dalam negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa administrasi saat ini tetap memprioritaskan kondisi ekonomi masyarakat.
"Tentu saja, presiden dan saya serta seluruh tim, kami peduli dengan situasi keuangan rakyat Amerika," tutup JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.