BNPB Verifikasi Laporan Korban Jiwa Erupsi Gunung Dukono

BNPB Verifikasi Laporan Korban Jiwa Erupsi Gunung Dukono

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim SAR gabungan tengah memverifikasi laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT.

Peningkatan aktivitas vulkanik ini juga menyebabkan sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka, sementara petugas gabungan dari BPBD dan Basarnas masih terus melakukan penyisiran serta pendataan di lokasi terdampak untuk mengevakuasi para penyintas.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa saat ini proses identifikasi terhadap para korban masih berjalan di lapangan.

"Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Berdasarkan data teknis, Gunung Dukono saat ini berada pada status Level II (Waspada) dengan aktivitas kegempaan yang tercatat tinggi sejak akhir Maret lalu.

"Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10 ribu meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik," ujarnya.

Upaya darurat dilakukan dengan mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu yang melibatkan koordinasi antara BPBD, TNI/Polri, serta tenaga medis guna menangani dampak erupsi yang mencapai wilayah Desa Mamunya.

"Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Halmahera Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pos Pantau Gunung Dukono, potensi SAR, tenaga medis, TNI/Polri serta masyarakat setempat," terangnya.

Meski terdapat laporan korban jiwa, pihak berwenang menegaskan bahwa status tersebut memerlukan konfirmasi resmi lebih lanjut dari tim pencarian di area puncak.

"Di sisi lain, berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari koordinasi bersama lintas instansi, termasuk Basarnas, terdapat laporan adanya dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden di kawasan Gunung Dukono. Namun demikian, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi lebih lanjut oleh Basarnas dan pihak terkait," jelasnya.

Kementerian Pariwisata sebenarnya telah menerbitkan surat penutupan jalur pendakian, namun diduga terdapat pihak yang mengabaikan peringatan keamanan tersebut demi melakukan aktivitas di kawasan berbahaya.

"Kami mengimbau masyarakat, wisatawan dan pendaki untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah dan petugas PVMBG. Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi