Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan Tiga Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Tewaskan Tiga Penumpang

Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia akibat wabah hantavirus saat kapal tersebut tertahan di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, pada Selasa, 5 Mei 2026. Kapal yang membawa hampir 150 orang tersebut terisolasi setelah otoritas kesehatan mendeteksi penyebaran virus mematikan di atas dek.

Data yang dihimpun dari laporan CNN dan Canarias7 menunjukkan selain tiga korban jiwa, terdapat tujuh orang lainnya yang saat ini menunjukkan gejala infeksi. Kapal tersebut memulai perjalanannya dari Ushuaia, Argentina, dengan rencana singgah di Tanjung Verde sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Kanari, Spanyol.

Situasi di atas kapal terekam melalui video yang menunjukkan petugas kesehatan dengan pakaian pelindung lengkap melakukan proses evakuasi dan pemeriksaan. Wabah ini menjadi perhatian serius di Argentina, mengingat negara tersebut mencatat 28 kematian akibat hantavirus sepanjang tahun 2025.

Influencer perjalanan, Jake Rosmarin, yang berada di atas kapal, mengungkapkan ketakutan yang dialami oleh para penumpang melalui sebuah unggahan video yang viral di media sosial. Rosmarin menyampaikan pesan emosional mengenai kondisi psikologis mereka yang terjebak dalam krisis kesehatan tersebut.

"Si estás viendo cobertura sobre esto, recuerda que hay personas reales detrás de esto y que no está sucediendo en algún lugar lejos. Está sucediendo a nosotros ahora mismo" ujar Jake Rosmarin, Influencer Perjalanan.

Dalam laporannya, Rosmarin menyatakan bahwa para penumpang sangat berharap untuk segera pulang dalam keadaan selamat serta mendapatkan kejelasan informasi dari otoritas terkait. Meskipun dalam kondisi tertekan, ia memberikan apresiasi atas respons yang diberikan oleh para kru kapal selama masa karantina.

"Todo lo que queremos ahora mismo es sentirnos seguros, tener claridad y volver a casa" kata Jake Rosmarin, Influencer Perjalanan.

Ia juga meminta masyarakat dan media untuk memiliki empati terhadap situasi yang mereka hadapi sebagai manusia, bukan sekadar menjadikannya sebagai konsumsi berita semata. Unggahan tersebut telah memicu ribuan reaksi dari pengikutnya di TikTok di tengah kekhawatiran atas rencana kedatangan kapal di Kepulauan Kanari.

"No somos una historia, no somos titulares, somos personas" pungkas Jake Rosmarin, Influencer Perjalanan.

Saat ini, Pemerintah Amerika Serikat melalui laporan intelijen juga terus memantau berbagai situasi global, namun fokus utama di kapal MV Hondius tetap pada pengendalian penyebaran virus. Tim medis internasional sedang melakukan evaluasi untuk menentukan apakah kapal diizinkan melanjutkan perjalanan atau tetap dalam status karantina ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi