Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., menginstruksikan langkah-langkah inovatif di luar kebiasaan untuk memenuhi kebutuhan personel TNI AU. Arahan ini disampaikan saat memimpin rapat Satgas Pemenuhan Personel TNI AU 2026–2029 di Mabesau, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Pertemuan rutin setiap tiga bulan tersebut bertujuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja yang telah berjalan maupun rencana masa depan. Fokus utama pembahasan tertuju pada penguatan fondasi organisasi melalui sumber daya manusia yang berkualitas guna menghadapi tantangan tugas mendatang.
Dalam forum tersebut, Marsdya TNI Tedi Rizalihadi menekankan pentingnya kualitas individu sebagai pilar utama profesionalisme militer. Ia menilai keberhasilan tugas di masa depan sangat bergantung pada proses pembinaan yang dilakukan pada saat ini.
"Apa yang kita lakukan saat ini akan menentukan kualitas generasi penerus TNI Angkatan Udara agar tetap profesional, militan, dan mampu melaksanakan tugas secara optimal," ujar Wakasau.
Penyiapan kekuatan ini menurutnya harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan berpijak pada kondisi nyata di lapangan. Wakasau memberikan instruksi agar setiap tahapan pembangunan kekuatan dilaksanakan secara bertahap dengan orientasi keberlanjutan jangka panjang.
Selain aspek teknis, transparansi dalam proses rekrutmen dan pengembangan karier menjadi poin krusial yang disorot oleh pimpinan. Wakasau menegaskan bahwa seluruh proses pemenuhan personel wajib memegang teguh prinsip objektivitas serta akuntabilitas organisasi.
Kegiatan evaluasi ini dihadiri oleh jajaran petinggi Mabesau, di antaranya Irjenau, para Asisten Kasau, Kapuslaiklambangjaau, serta Kapuskesau. Hadir pula para Kepala Dinas di lingkungan Mabesau dan sejumlah pejabat teras TNI AU lainnya untuk menyelaraskan strategi pemenuhan personel tersebut.