Wamen Haji Tinjau Kesiapan Dapur Makanan Siap Santap di Makkah

Wamen Haji Tinjau Kesiapan Dapur Makanan Siap Santap di Makkah

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak memeriksa langsung kesiapan dapur penyedia makanan siap santap atau ready to eat (RTE) di wilayah Jabal Nur dan Ash Shara'i, Makkah, pada Jumat (22/5/2026). Langkah ini dilakukan pemerintah demi memastikan kelancaran konsumsi jemaah menjelang fase puncak ibadah haji.

Aspek konsumsi dinilai menjadi faktor krusial bagi jemaah haji Indonesia saat memasuki fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Berdasarkan laporan dilansir dari Detikcom, peninjauan oleh Dahnil turut didampingi dua anggota Amirul Hajj 2026, yaitu Komjen Pol (Purn) Suntana dan Heri Hermansyah.

"Jadi, (kami mengecek) apakah distribusinya sudah tersedia di sini, kemudian apakah sudah didistribusikan ke hotel-hotel (jemaah)," kata Dahnil kepada tim Media Center Haji (MCH) usai peninjauan.

Pemerintah menargetkan seluruh paket makanan siap santap sudah terdistribusi ke hotel dua hari sebelum puncak haji. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan konsumsi jemaah pada tanggal 7, 8, dan 13 Zulhijah dapat terpenuhi tepat waktu.

"Ini contoh yang akan dibawa dan diterima jemaah," kata Dahnil sambil memperlihatkan paket RTE.

Satu dapur di daerah Jabal Nur dilaporkan telah mulai menyalurkan paket makanan ke tiga hotel jemaah hari ini. Namun, Dahnil mencatat masih ada sejumlah dapur lain yang belum memulai proses pengiriman logistik tersebut.

"Mereka sudah distribusikan hari ini," kata Dahnil menjelaskan.

Pihak kementerian menginstruksikan seluruh penyedia makanan untuk segera menyelesaikan proses persiapan logistik. Kesiapan konsumsi harus diantisipasi sejak dini mengingat potensi kemacetan parah dan penutupan jalur akses jalan menuju maktab jemaah saat puncak haji.

"Makanya, makanannya harus makanan yang ready to eat atau makanan yang tahan lama," kata Dahnil didampingi Suntana dan Heri Hermansyah.

Melalui skema layanan tahun ini, jemaah haji Indonesia dijadwalkan menerima enam paket makanan siap santap selama berada di hotel pada 7, 8, dan 13 Zulhijah. Rinciannya adalah tiga kali makan pada 7 Zulhijah, satu kali sarapan pada 8 Zulhijah, serta dua porsi makan untuk siang dan malam pada 13 Zulhijah. Selain jatah di hotel, jemaah juga akan memperoleh tambahan 15 porsi makanan siap santap saat berada di kawasan Armuzna.

Artikel terkait

Rekomendasi