Warga Pedesaan Colorado AS Tetap Dukung Trump Ditengah Lonjakan Harga BBM

Warga Pedesaan Colorado AS Tetap Dukung Trump Ditengah Lonjakan Harga BBM

Sebagian besar warga di wilayah Morgan County dan Weld County, Colorado, Amerika Serikat tetap memberikan dukungan kepada Donald Trump di tengah lonjakan harga energi global akibat perang Iran. Kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut dilaporkan mulai menekan tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan ekonomi Trump.

Survei Reuters/Ipsos yang dirilis bulan lalu menunjukkan hampir 8 dari 10 warga Amerika menyalahkan Trump atas kenaikan harga bensin, yang berimbas pada penurunan tingkat persetujuan publik terhadap penanganan ekonominya hingga menyentuh angka sekitar 30 persen. Kendati demikian, wilayah Morgan County mencatat Trump menang dengan selisih 49 poin persentase pada Pemilu 2024, seperti dilansir dari Internasional melalui laporan Reuters.

Beban ekonomi ini dirasakan langsung oleh Amy Van Duyn, seorang pegawai toko minuman keras Stubs Liquor Store, yang mengaku pengeluaran rumah tangganya mulai terbebani oleh kenaikan harga bahan bakar.

"Saya dulu bisa mengisi penuh tangki dengan US$ 36. Sekarang US$ 36 hanya dapat setengah tangki," ujar Amy Van Duyn.

Tekanan terhadap anggaran kebutuhan pokok juga dikonfirmasi oleh rekan kerjanya, Tonyah Bruyette, yang mengeluhkan pengalihan alokasi dana rumah tangga demi membeli bahan bakar.

"Uang kami habis di tangki bensin, bukan di meja makan," kata Tonyah Bruyette.

Meskipun tekanan ekonomi jangka pendek terasa nyata, sejumlah warga pedesaan Colorado menganggap ancaman dari Iran jauh lebih krusial untuk diantisipasi. Jim Miller, seorang pensiunan pialang komoditas berusia 65 tahun yang tinggal di Prospect Valley, menyatakan kerelaannya untuk menghadapi masa sulit demi kepentingan nasional yang lebih besar seperti pada masa Perang Dunia II.

"Kalau harus sedikit berkorban demi mencegah Iran punya senjata nuklir, saya rela," kata Jim Miller.

Miller menambahkan bahwa ia memahami situasi sulit yang sedang berkembang di masyarakat saat ini.

"Saya memang kesulitan seperti orang lain, tapi saya bersedia berkorban sedikit," ujar Jim Miller.

Dukungan serupa juga mengalir dari sektor industri pertanian di wilayah Roggen melalui Mike Urbanowicz, selaku pelaku usaha koperasi pertanian. Urbanowicz mengakui tingginya harga BBM saat ini sangat membebani industri pertanian serta jalur distribusi logistik, namun ia tetap memilih Trump karena melihat opsi politik yang tersedia.

"Saya memilih Trump karena alternatifnya jauh lebih buruk," kata Mike Urbanowicz.

Kekhawatiran mengenai potensi kepemilikan senjata nuklir oleh Iran juga menjadi alasan utama bagi Jyl Siebrands, seorang warga Fort Morgan, untuk menerima konsekuensi dari dampak ekonomi perang yang sedang terjadi.

"Saya memang benci harga bensin mahal, tapi saya lebih takut kalau Iran punya senjata nuklir," ujar Jyl Siebrands.

Ketika dimintai keterangan mengenai batas toleransi yang dapat merubah haluan politiknya terhadap Trump, Siebrands menegaskan posisi dukungannya.

"Tidak. Saya sepenuhnya mendukung," kata Jyl Siebrands.

Artikel terkait

Rekomendasi