Sejumlah orangtua murid di BKB Greens PAUD, Koja, Jakarta Utara, memanfaatkan sampah plastik sebagai pengganti uang sekolah bulanan bagi anak-anak mereka. Program inovatif ini mewajibkan setoran sekitar dua kilogram limbah plastik setiap bulan untuk membiayai pendidikan anak usia dini pada Rabu (6/5/2026).
Metode pembayaran unik ini dilaporkan memberikan keringanan finansial yang signifikan bagi keluarga di kawasan tersebut, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Orangtua kini tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai untuk membayar iuran sekolah karena sampah plastik yang dikumpulkan telah memiliki nilai tukar ekonomi.
Lusi, salah satu wali murid berusia 40 tahun, menyatakan bahwa sistem ini memungkinkan pengalokasian dana rumah tangga untuk keperluan mendesak lainnya. Penghasilan bulanan yang sebelumnya tersedot untuk biaya pendidikan kini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
"Alhamdulillah sangat membantu. Jadi uang bulanan bisa dipakai untuk kebutuhan lain," ujar Lusi saat ditemui Kompas.com, Rabu (6/5/2026).
Proses pengumpulan sampah tersebut juga memicu solidaritas di lingkungan tempat tinggal warga. Lusi menceritakan bahwa tetangga sekitar turut berpartisipasi memberikan botol plastik bekas pakai demi membantu biaya sekolah anaknya.
"Kalau mereka habis minum dari botol, tidak dibuang. Tapi dikasih ke saya untuk bantu biaya sekolah anak," kata Lusi.
Keringanan serupa dirasakan oleh Jumiyati yang menilai program ini memberikan edukasi tambahan bagi anak-anak. Selain membantu secara ekonomi, anak didik mulai memahami pentingnya memilah sampah sejak usia dini melalui pembiasaan di sekolah.
"Sekolahnya bagus, anak-anak juga diajarkan hal-hal positif seperti memilah dan membuang sampah dengan benar," tutur Jumiyati.
Pihak pengelola memberikan fleksibilitas bagi orangtua dengan mengizinkan penyetoran sampah secara bertahap setiap minggu. Jenis limbah yang diterima mencakup botol plastik, kardus, hingga minyak jelantah guna memenuhi target berat yang ditentukan setiap bulannya.
Deni Herwanto, Ketua RT sekaligus inisiator program, menjelaskan bahwa gagasan ini berawal dari keprihatinan terhadap tingginya biaya pendidikan anak. Ia bermaksud menciptakan solusi agar beban ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan layak.
"Dulu saya juga merasakan sendiri, biaya pendidikan itu mahal sekali, apalagi PAUD," ujar Deni Herwanto.
Program di BKB Greens PAUD ini kini telah mengubah persepsi warga sekitar terhadap limbah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dibuang tanpa nilai kini menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di Koja.