Warga Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Warga Singapura Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Seorang warga negara Singapura bernama Shahin Muhrez Abdul Hamid (27) dilaporkan meninggal dunia akibat terjangan erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara. Insiden mematikan ini terjadi saat korban melakukan pendakian bersama rombongan pada 7 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Peristiwa letusan gunung api tersebut menyebabkan kepanikan hebat setelah material batu panas dan abu vulkanik dimuntahkan ke area pendakian. Berdasarkan laporan otoritas setempat, total terdapat 20 orang dalam kelompok tersebut yang terdiri atas sembilan warga Singapura dan 11 warga Indonesia.

Jenazah Shahin ditemukan tim penyelamat dua hari pascakejadian dalam posisi berdampingan dengan rekan senegaranya, Timothy Heng (30), di dekat puncak gunung. Sementara itu, satu korban jiwa dari pihak warga negara Indonesia telah lebih dahulu ditemukan pada 9 Mei 2026.

Istri Shahin, Nurina Iffah Jusmani, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam mengingat mereka baru saja membangun rumah tangga. Pasangan pengantin baru tersebut diketahui melangsungkan pernikahan pada Oktober 2025.

"Tuhan hanya meminjamkannya kepada saya selama enam bulan. Namun dalam waktu sesingkat itu, saya merasakan cinta yang tak tertandingi," ujar Nurina.

Nurina menjelaskan bahwa mereka awalnya memiliki rencana untuk menempati kediaman baru di wilayah Sengkang, Singapura. Namun, bencana alam di Maluku Utara tersebut mengubah seluruh rencana masa depan mereka.

"Kami seharusnya memulai fase baru di rumah kami di Sengkang, tetapi saya percaya Tuhan adalah perencana terbaik," kata Nurina.

Penyesalan serupa dirasakan oleh Noraini Ibrahim, ibunda Shahin, yang menerima kabar duka pada 10 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, menambah kesedihan bagi keluarga korban yang mengenal Shahin sebagai sosok penyayang.

"Kehilangan Shahin seperti tembok tempat saya bersandar runtuh," kata Noraini.

Pihak keluarga mengenang putra bungsu dari empat bersaudara itu sebagai pribadi yang sangat memprioritaskan urusan keluarga dalam kesehariannya. Shahin sendiri merupakan pendaki berpengalaman yang sebelumnya sempat menaklukkan Gunung Kinabalu di Malaysia.

"Semua pengabdian dan cintanya tak tergantikan," ujar Noraini.

Proses evakuasi terhadap anggota rombongan lainnya telah selesai dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. Sebanyak tujuh pendaki asal Singapura yang selamat dalam musibah erupsi tersebut dilaporkan telah kembali ke negara asalnya pada 10 Mei 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi