Waskita Karya Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Juli 2026

Waskita Karya Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Rampung Juli 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (6/5/2026) guna memastikan kesiapan operasional pada Juli mendatang. Fasilitas pendidikan yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk tersebut dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Penyediaan sarana pendidikan ini merupakan langkah aktif Waskita Karya sebagai badan usaha milik negara dalam memperluas akses belajar bagi masyarakat kurang mampu. Proyek ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak yang putus sekolah atau berisiko tidak dapat melanjutkan pendidikan, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Insyaallah selesai tepat waktu, sehingga pada Juli yang akan datang, gedung permanen Sekolah Rakyat itu sudah bisa digunakan," ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (6/5/2026).

Menteri Sosial menjelaskan bahwa gedung ini memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Berbagai fasilitas penunjang seperti asrama, laboratorium, perpustakaan, hingga ruang ekstrakurikuler telah disiapkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang komprehensif.

"Kami harapkan ini benar-benar menjadi tempat belajar mengajar dengan lingkungan yang berkualitas," ucap Gus Ipul.

Target utama dari institusi ini adalah anak-anak yang berada di luar sistem sekolah formal karena kendala ekonomi. Gus Ipul menekankan bahwa mekanisme perekrutan siswa di Sekolah Rakyat akan menggunakan pendekatan yang berbeda dibandingkan sekolah reguler.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita melaporkan bahwa kemajuan fisik pembangunan di Kelurahan Kedung Cowek tersebut saat ini telah menyentuh angka 58,13 persen. Tim konstruksi dilaporkan bekerja secara intensif dalam beberapa giliran kerja demi memenuhi target pemerintah.

“Sejalan dengan arahan pemerintah, Waskita terus mengerjakan bangunan Sekolah Rakyat di Surabaya agar rampung tepat waktu dan bisa segera digunakan. Tim di lapangan bekerja siang dan malam secara bergantian demi mewujudkan salah satu program prioritas pemerintah tersebut,” jelas Ermy.

Selain proyek di Surabaya, perusahaan juga mengelola pembangunan serupa di wilayah Gresik, Jombang, Sampang, dan Tuban. Ermy menyebutkan bahwa pengerjaan proyek-proyek ini melibatkan hampir 4.000 personel, dengan prioritas penggunaan tenaga kerja dari warga lokal.

"Ke depan, kami akan terus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak lagi untuk menyelesaikan proyek," tutur Ermy.

Pembangunan infrastruktur ini dinilai tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga memicu pergerakan ekonomi di sektor informal dan UMKM sekitar lokasi proyek. Bagi manajemen Waskita Karya, proyek ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

"Segenap manajemen Waskita Karya berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah melalui pengerjaan proyek kementerian dan lembaga demi mendorong masa depan Indonesia yang lebih baik," ungkap Ermy.

Waskita Karya tercatat memiliki sebaran proyek Sekolah Rakyat yang luas, mencakup empat provinsi utama di Indonesia. Berikut adalah rincian lokasi pembangunan tersebut:

ProvinsiLokasi Kabupaten/Kota
Jawa Timur 1Gresik, Sampang, Tuban, Jombang, Surabaya
Sulawesi Selatan 1Wajo, Barru, Soppeng, Sidenreng Rappang, Tana Toraja
Sumatera Selatan 1Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Empat Lawang
Aceh 2Subulussalam, Nagan Raya

Selain fokus pada fasilitas pendidikan, emiten konstruksi ini juga tengah menyelesaikan proyek strategis nasional lainnya. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan LRT Jakarta fase 1B, Bendungan Bener di Jawa Tengah, hingga pembangunan RSUD Cendrawasih Dobo di Maluku.

Artikel terkait

Rekomendasi