Kemenkes Konfirmasi WNA di Jakarta Negatif Hantavirus Usai Kontak Erat

Kemenkes Konfirmasi WNA di Jakarta Negatif Hantavirus Usai Kontak Erat

Kementerian Kesehatan mengonfirmasi seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat dinyatakan negatif Hantavirus setelah sempat melakukan kontak erat dengan penumpang terinfeksi di kapal pesiar MV Hondius pada Senin (11/5/2026).

Dilansir dari Nasional, identifikasi terhadap pria berusia 60 tahun tersebut bermula dari notifikasi International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) yang diterima otoritas Indonesia pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa meskipun subjek tidak menunjukkan gejala klinis, yang bersangkutan memiliki kondisi kesehatan khusus yang memerlukan perhatian.

"Laki-laki ini adalah warga negara asing umur 60 tahun tinggal di Jakarta Pusat. Kemudian gejala tidak ada, tetapi komorbid hipertensi 10 tahun tidak terkontrol dan menggunakan vaping (rokok elektrik)," ujar Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Pihak kementerian segera melakukan tindakan medis darurat dengan mengumpulkan berbagai sampel biologis, mulai dari serum, urine, hingga usap tenggorok untuk diuji di laboratorium.

"Sekali lagi kabar baiknya dari orang asing ini bahwa hasil pemeriksaan PCR-nya itu negatif Hantavirus," ujar Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Berdasarkan riwayat perjalanan, WNA tersebut berada di Argentina pada 18 hingga 30 Maret, kemudian singgah di Ushuaia yang merupakan titik keberangkatan kapal MV Hondius pada akhir April.

"Kondisi pasien sehat dan tidak ada gejala yang mengkhawatirkan, pengamatan terus dilakukan agar pasien bisa kembali ke kediamannya untuk pencegahan lebih lanjut," kata Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Saat ini, koordinasi intensif dilakukan bersama Puskesmas Kecamatan Senen untuk memastikan pengawasan isolasi mandiri berjalan sesuai dengan standar protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Koordinasi dilakukan dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat secara reguler, walaupun saat ini pasien masih di RSPI Sulianti Saroso. Kami akan lakukan proses pemeriksaan laboratorium berulang setiap dua minggu," ujar Andi Saguni, Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes.

Artikel terkait

Rekomendasi